22 Gajah Mati di Taman Satwa Zimbabwe, Diduga Infeksi Bakteri

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 04:13 WIB
gajah di Taman Nasional Hwange, Zimbabwe
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/paulafrench)
Harare -

Otoritas margasatwa Zimbabwe menemukan 22 gajah mati dalam dua pekan terakhir. Mereka mencurigai penyebab kematian satwa langka itu karena infeksi bakteri.

Dilansir AFP, Kamis (2/9/2020) bangkai gajah ditemukan pada Selasa dan Rabu di dekat Hutan Pandamasuwe barat laut. Tempat di mana dua pekan sebelumnya ditemukan 12 gajah mati.

"Kami sekarang memiliki totol 22 gajah yang telah mati," kata juru bicara taman dan otoritas satwa liat, Tinashe Farawo kepada AFP.

"Kami telah mengambil sampel untuk pengujian, tetapi kami menduga mereka tewas karena penyebab yang sama dengan 12 ekor yang ditemukan tewas pada pekan lalu," katanya.

Hasil laboratorium menunjukkan bahwa 12 bangkai gajah yang ditemukan pertama kali--di antara Taman Nasional Hwange dan kota resort di Air Terjun Victoria-- mati akibat terinfeksi bakteri.

Otoritas taman meyakini bahwa gajah yang berusia antara dua hingga enam tahun terlalu pendek untuk memakan daun dari pucuk pohon. Kemungkinan gajah tersebut telah menelan bakteri yang melekat pada tanaman yang terinfeksi bakteri.

Mereka mengesampingkan dugaan gajah mati karena perburuan, sebab gading masih melekat pada bangkai gajah.

Zimbabwe memiliki lebih dari 84.000 gajah. Puluhan gajah mati karena kelaparan dan kekurangan air dalam beberapa tahun terakhir.

Gajah lainnya diduga mati akibat diracuni oleh pemburu untuk diambil gadingnya. Mereka menggunakan gading itu untuk ornamen dan obat tradisional di Asia dan Timur Tengah.

Sedikitnya 300 gajah mati karena keracunan sianida di lubang air di Hwange pada tahun 2013.

Sementara di taman satwa Botswaba, rumah bagi populasi gajah terbesar di dunia, sekitar 130.000 ekor gajah ada di sana. Taman itu kehilangan 300 gajah awal tahun ini. Gajah itu diduga tewas karena lantaran bisa bertahan dari racun alami.

(lir/lir)