AS Tolak Resolusi Antiterorisme RI karena Tak Atur Pemulangan ISIS

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 13:11 WIB
UNITED STATES - JULY 20: Kelly Knight Craft, nominee to be ambassador to Canada, attends her Senate Foreign Relations Committee confirmation hearing in Dirksen Building on July 20, 2017. (Photo By Tom Williams/CQ Roll Call)
Dubers AS untuk PBB, Kelly Craft (Dok. huffingtonpost.ca)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) menyebut draf resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang antiterorisme yang disodorkan Indonesia sebagai lelucon. AS memveto draf tersebut karena AS ingin anggota ISIS dipulangkan ke negara asal masing-masing, sedangkan resolusi itu tidak mengatur pemulangan anggota ISIS.

"Resolusi ini gagal total mencapai tujuan utamanya, dan AS tidak akan berpartisipasi dalam lelucon yang sinis dan abai ini," kata Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft, dalam surat penjelasan tertanggal 31 Agustus, diakses detikcom dari situs resmi lembaga Misi AS untuk PBB, Rabu (2/9/2020).

Draf resolusi yang disponsori oleh Indonesia itu disebut AS sebagai draf yang gagal total dan lelucon. Selain itu, AS menyebut lebih baik tidak ada resolusi sama sekali ketimbang menyetujui resolusi semacam itu.

"Resolusi Indonesia di hadapan kita ini seharusnya dibuat untuk menguatkan tindakan internasional dalam melawan terorisme, tapi malah lebih buruk ketimbang tidak ada resolusi sama sekali," kata Kelly Craft.

Titik ketidaksetujuan AS terhadap resolusi ini adalah tidak adanya pembahasan mengenai pemulangan (repatriasi) petempur teroris asing ke negara masing-masing. Padahal menurut AS, repatriasi teroris adalah hal yang paling penting untuk mengatasi terorisme.

"Ini juga gagal untuk memuat langkah penting pertama - repatriasi ke negara asal masing-masing dari mereka," kata Craft.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3