Nekat, Charlie Hebdo Akan Terbitkan Ulang Karikatur Nabi Muhammad

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 09:58 WIB
Police officers and firefighters gather in front of the offices of the French satirical newspaper Charlie Hebdo in Paris, after armed gunmen stormed the offices leaving
Ilustrasi (The Independent)
Paris -

Majalah satire asal Prancis, Charlie Hebdo, berencana menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad yang beberapa tahun lalu memicu kemarahan umat muslim sedunia. Penerbitan ulang ini dimaksudkan untuk menandai dimulainya sidang serangan militan terhadap kantor Charlie Hebdo tahun 2015 lalu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/9/2020), salah satu karikatur yang akan diterbitkan ulang merupakan karikatur Nabi Muhammad yang memakai sorban berbentuk menyerupai sebuah bom dengan sumbu yang telah menyala.

Karikatur itu pertama diterbitkan sebuah surat kabar Denmark tahun 2005 dan diterbitkan oleh Charlie Hebdo setahun kemudian.

"Kami tidak akan pernah menyerah. Kami tidak akan pernah putus asa," tulis editor Charlie Hebdo, Laurent 'Riss' Sourisseau, dalam pernyataan sampul depan majalah mingguan itu yang akan terbit pada Rabu (2/9) waktu setempat.

Sedikitnya 12 orang, termasuk beberapa kartunis terkenal dari majalah tersebut, tewas dalam penembakan brutal yang didalangi Said dan Cherif Kouachi di kantor Charlie Hebdo yang ada di Paris, Prancis, pada Januari 2015 lalu. Kouachi bersaudara dan satu pelaku lainnya telah ditembak mati oleh polisi.

Namun 14 tersangka lainnya yang didakwa menjadi kaki tangan mereka, akan disidangkan mulai Rabu (2/9) waktu setempat.

Keputusan Charlie Hebdo menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad ini akan dipandang beberapa pihak sebagai sikap menantang dalam membela kebebasan berekspresi Namun bagi beberapa pihak lainnya mungkin akan dilihat sebagai provokasi baru oleh sebuah majalah yang sejak lama memicu kontroversi dengan serangan satire terhadap agama.

Setelah penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo pada tahun 2006, para jihadis online memperingatkan bahwa majalah mingguan itu akan merasakan konsekuensi atas ejekennya tersebut. Umat muslim sebelumnya menyebut karikatur serban itu sama saja melabeli semua umat muslim sebagai teroris.

Tahun 2007 lalu, sebuah pengadilan Prancis menolak tuduhan oleh kelompok Islamis bahwa penerbitan karikatur itu menghasut kebencian terhadap muslim.

(nvc/tor)