PM Israel Ungkap Banyak Perundingan Rahasia dengan Pemimpin Arab

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 14:23 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu announces full diplomatic ties will be established with the United Arab Emirates, during a news conference on Thursday, Aug. 13, 2020 in Jerusalem.  In a nationally broadcast statement, Netanyahu said the “full and official peace” with the UAE would lead to cooperation in many spheres between the countries and a “wonderful future” for citizens of both countries. (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Benjamin Netanyahu (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa Israel tengah melakukan perundingan rahasia dengan beberapa negara Arab dalam upaya menjalin hubungan. Hal ini disampaikan Netanyahu setelah Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) menyepakati normalisasi hubungan.

"Ada banyak lagi pertemuan yang tidak dipublikasikan dengan para pemimpin Arab dan muslim untuk menormalisasi hubungan dengan negara Israel," ungkap Netanyahu dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (31/8/2020).

Dia tidak menyebut lebih lanjut negara-negara mana saja yang dimaksud.

Perjanjian damai antara Israel dan UEA yang tercapai dengan mediasi Amerika Serikat (AS) diumumkan pada 13 Agustus lalu. Perjanjian itu menjadikan UEA sebagai negara Teluk pertama dan negara Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania.

Pada Senin (31/8) pagi waktu setempat, penerbangan komersial perdana dari Israel ke UEA akan diluncurkan, dengan membawa delegasi Israel dan AS. Delegasi AS dipimpin penasihat Gedung Putih, Jared Kushner, yang juga menantu Trump. Delegasi Israel dipimpin Penasihat Keamanan Nasional, Meir Ben Shabbat.

Dalam pernyataannya pada Minggu (30/8) waktu setempat, Netanyahu menyebut perjanjian Israel dengan UEA akan membuka jalan bagi negara-negara lain.

"Terobosan hari ini akan menjadi norma hari esok," sebutnya. "Itu akan membuka jalan bagi negara-negara lain untuk menormalisasi hubungan mereka dengan Israel," imbuh Netanyahu.

Penerbangan komersial maskapai Israel, El Al Airlines, akan berangkat dari Bandara Ben Gurion, Tel Aviv menuju Abu Dhabi, UEA pada Senin (31/8) pagi waktu Israel. Setibanya di UEA, akan dilakukan pembicaraan untuk mendorong kerja sama antara Israel dan UEA, dalam berbagai sektor termasuk penerbangan, wisata, perdagangan, kesehatan, energi dan keamanan.

Seorang sumber yang tidak disebut namanya, seperti dilansir Reuters, menyebut bahwa penerbangan maskapai Israel itu akan melewati wilayah udara Arab Saudi. Ini menjadi penerbangan komersial pertama oleh maskapai Israel menuju ke UEA.

Tonton video 'Hasrat Israel Caplok 30 Persen Tepi Barat yang Subur dan Kaya':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)