Pemimpin Dunia Puji Kontribusi PM Jepang yang Mundur karena Sakit

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2020 14:07 WIB
Japanese Prime Minister Shinzo Abe downs his head as he says he is stepping down during a press conference at the prime minister official residence in Tokyo Friday, Aug. 28, 2020. Japans longest-serving prime minister Abe said Friday he intends to step down because a chronic health problem has resurfaced. He told reporters that it was “gut wrenching” to leave so many of his goals unfinished. (Kyodo News via AP)
Shinzo Abe saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai PM Jepang (Kyodo News via AP)
New York -

Para pemimpin dunia ramai-ramai mendoakan kesembuhan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, yang baru saja mengumumkan pengunduran diri karena kondisi kesehatannya memburuk. Abe juga dipuji atas kontribusinya terhadap hubungan bilateral antara Jepang dengan berbagai negara.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (29/8/2020), Abe mengumumkan dirinya mundur dari jabatan PM Jepang yang dipegangnya lebih dari 7 tahun terakhir, pada Jumat (28/8). Dia mengakui kesehatannya yang memburuk sebagai alasan pengunduran diri. Namun Abe masih akan menjabat hingga Partai Demokratik Liberal Jepang (LDP) yang berkuasa, memilih ketua baru untuk menggantikannya dan ketua baru disetujui parlemen Jepang sebagai PM.

Presiden AS, Donald Trump, dalam tanggapannya mengaku terkejut dengan pengunduran diri Abe yang tiba-tiba. Trump menyatakan dirinya memiliki 'penghormatan tertinggi' kepada Abe dan menyebutnya sebagai 'teman baik'.

"Kami memiliki hubungan yang hebat. Dan saya merasa sangat sedih untuknya. Karena itu pasti sangat parah. Lihat, baginya untuk mengundurkan diri -- dia sangat mencintai negaranya dan baginya untuk mengundurkan diri, saya tidak bisa membayangkan itu. Dia pria yang sangat baik dan saya hanya bisa memberikan penghormatan tertinggi saya," ucap Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS, Air Force One.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres, melalui juru bicaranya, juga mendoakan kesembuhan penuh bagi Abe. Guterres juga memberikan penghormatan pada 'karier istimewa Perdana Menteri ... dan keterlibatannya yang konsisten dan membangun dengan PBB dalam mengatasi tantangan global'.

Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, menyebut bahwa Guterres memiliki 'hubungan yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Abe'. Dia merujuk pada kinerja erat dalam sejumlah isu, terutama inisiatif layanan kesehatan universal.

Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-In, dalam pernyataannya menyebut Abe telah bertahun-tahun mendedikasikan dirinya untuk pengembangan hubungan bilateral dan mencapai 'berbagai pencapaian yang berarti'. Ditegaskan Moon bahwa Korsel akan terus bekerja sama dengan PM Jepang selanjutnya untuk memajukan 'persahabatan dan kerja sama' antara kedua negara.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3