Sosok PM Jepang Shinzo Abe yang 2 Kali Mundur karena Sakit

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 16:00 WIB
Japanese Prime Minister Shinzo Abe poses with an Akita Inu puppy presented to Russian figure skating gold medallist Alina Zagitova, in Moscow, Russia May 26, 2018. REUTERS/Maxim Shemetov     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: PM Jepang Shinzo Abe (REUTERS/Maxim Shemetov)
Tokyo -

Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe hari ini telah mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya karena sakit. Dulu Abe juga pernah mundur sebagai PM karena alasan yang sama.

Seperti dilansir dari BBC, Shinzo Abe telah menjadi perdana menteri Jepang sejak Desember 2012 setelah menang telak dalam pemilihan umum Partai Demokrat Liberal (LDP).

Itu adalah kesempatan kedua Abe di posisi puncak, setelah masa jabatan singkat sebagai perdana menteri dari 2006 hingga 2007.

Pada saat itu, dia adalah pemimpin termuda Jepang sejak Perang Dunia II. Namun dia mengundurkan diri dengan alasan kesehatan yang buruk.

Di bawahnya, serangkaian kebijakan telah diperkenalkan yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi Jepang.

Ketika Abe memenangkan pemilihan cepat tahun 2017, itu membuka jalan baginya untuk menjadi perdana menteri terlama di Jepang.

Dikenal sebagai elang sayap kanan, dia berasal dari keluarga politik terkenal. Ayahnya, Shintaro Abe, adalah mantan menteri luar negeri dan kakeknya adalah mantan Perdana Menteri Nobusuke Kishi.

Abe memenangkan kursi pertamanya di parlemen pada 1993. Diangkat ke kabinet untuk pertama kalinya pada Oktober 2005, dia diberi peran penting sebagai sekretaris kabinet.

Ketika dia menjadi perdana menteri setahun kemudian, dia dipandang sebagai seorang pria yang mirip dengan citra pendahulunya Junichiro Koizumi - telegenik, blak-blakan dan dengan daya tarik populer serupa bagi para pemilih.

Tetapi serangkaian skandal dan kesalahan merugikan pemerintahannya, termasuk pengungkapan bahwa pemerintah telah kehilangan catatan pensiun yang mempengaruhi sekitar 50 juta klaim.

Kerugian besar bagi LDP dalam pemilihan majelis tinggi pada Juli 2007 menjadi katalisator bagi keputusannya untuk mundur. Dia kembali ke panggung politik Jepang pada 2012, memperbarui mandatnya pada pemilu 2014.

Tonton juga '75 Tahun Bom Atom Nagasaki, Shinzo Abe: Dunia Tanpa Senjata Nuklir':

[Gambas:Video 20detik]