International Updates

RS Jerman Sebut Pengkritik Putin Diracun, Pelaku Bom di Filipina Diduga WNI

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 17:33 WIB
FILE - In this file photo taken on Saturday, Feb. 29, 2020, Russian opposition activist Alexei Navalny takes part in a march in memory of opposition leader Boris Nemtsov in Moscow, Russia. The German hospital treating Russian dissident Alexei Navalny says tests indicate that he was poisoned. The Charité hospital said in a statement Monday, Aug. 24, 2020 that the team of doctors who have been examining Navalny since he was admitted Saturday have found the presence of “cholinesterase inhibitors” in his system. Cholinesterase inhibitors are a broad range of substances that are found in several drugs, but also pesticides and nerve agents. (AP Photo/Pavel Golovkin, File)
Alexei Navalny (Foto: AP Photo/Pavel Golovkin)

Namun pada Senin (24/8) waktu setempat, RS Charite yang terkemuka di Berlin mengumumkan bahwa hasil tes klinis terhadap Navalny 'mengindikasikan keracunan dengan zat dari kelompok cholinesterase inhibitor'.

- Pendemo Penembakan Jacob Blake Bentrok dengan Polisi di Wisconsin

Unjuk rasa memprotes penembakan seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake di Wisconsin, Amerika Serikat (AS), diwarnai bentrokan dengan polisi. Gas air mata ditembakkan polisi dalam upaya membubarkan demonstran yang berkumpul di depan gedung pengadilan setempat.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (25/8/2020), Gubernur Wisconsin, Tony Evers, mengaktifkan pengerahan 125 anggota Garda Nasional untuk membantu aparat penegak hukum setempat. Ruas jalan menuju Kenosha County -- lokasi penembakan -- ditutup pada Senin (24/8) malam.

Para demonstran berteriak 'Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian' sebelum jam malam berlaku pukul 20.00 waktu setempat. Beberapa demonstran melemparkan botol minuman dan benda-benda lainnya dan mengkonfrontasi langsung penegak hukum yang memakai alat pelindung lengkap.

Demonstran dan polisi berdiri saling berhadapan di depan gedung pengadilan setempat. Sekitar 30 menit setelah jam malam berlaku, polisi menembakkan gas air mata namun tidak semua demonstran meninggalkan lokasi.

- Pejabat Wisconsin Pastikan Jacob Blake Ditembak 7 Kali oleh Polisi AS

Seorang pejabat tinggi negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat (AS), menyebut pria kulit hitam bernama Jacob Blake ditembak tujuh kali oleh polisi Kenosha. Pejabat itu juga menyebut penembakan itu terasa seperti 'balas dendam' terhadap komunitas kulit hitam.

Seperti dilansir CNN, Selasa (25/8/2020), Letnan Gubernur Wisconsin, Mandela Barnes, dalam pernyataannya via live-streaming menyampaikan komentar terhadap penembakan tersebut. Letnan Gubernur merupakan pejabat eksekutif suatu negara bagian yang berada di bawah Gubernur dan akan menggantikan Gubernur jika yang bersangkutan berhalangan untuk menjalankan tugasnya.

"Jacob Blake ditembak di bagian belakang sebanyak tujuh kali di depan anak-anaknya," sebut Barnes dalam pernyataannya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

- Bom Bunuh Diri di Jolo Tewaskan 14 Orang, Filipina Duga Pelakunya WNI

Seorang wanita asal Indonesia (WNI) diduga berada di balik ledakan bom kembar yang mengguncang Jolo, Provinsi Sulu, Filipina, awal pekan ini. Wanita WNI itu disebut sebagai janda dari seorang pria Filipina yang menjadi pengebom bunuh diri pertama di negara tersebut.

Seperti dilansir media lokal Filipina, ABS-CBN News, dan Associated Press, Selasa (25/8/2020), hal tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat militer Filipina. Identitas wanita WNI yang dimaksud tidak disebutkan lebih lanjut.

Otoritas Filipina awalnya menyebut bahwa ledakan pertama yang mengguncang kota Jolo pada Senin (24/8) waktu setempat, dipicu oleh sebuah bom yang terpasang pada sebuah sepeda motor dan ledakan kedua dipicu oleh seorang pengebom bunuh diri wanita.


(ita/ita)