International Updates

RS Jerman Sebut Pengkritik Putin Diracun, Pelaku Bom di Filipina Diduga WNI

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 17:33 WIB
FILE - In this file photo taken on Saturday, Feb. 29, 2020, Russian opposition activist Alexei Navalny takes part in a march in memory of opposition leader Boris Nemtsov in Moscow, Russia. The German hospital treating Russian dissident Alexei Navalny says tests indicate that he was poisoned. The Charité hospital said in a statement Monday, Aug. 24, 2020 that the team of doctors who have been examining Navalny since he was admitted Saturday have found the presence of “cholinesterase inhibitors” in his system. Cholinesterase inhibitors are a broad range of substances that are found in several drugs, but also pesticides and nerve agents. (AP Photo/Pavel Golovkin, File)
Alexei Navalny (Foto: AP Photo/Pavel Golovkin)
Jakarta -

Rumah sakit (RS) Berlin di Jerman yang merawat tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, menyatakan hasil tes mengindikasikan politikus 44 tahun itu terindikasi diracun. Hal ini bertentangan dengan hasil pemeriksaan dokter-dokter Rusia yang sebelumnya menyatakan tidak ada bekas racun dalam tubuh Navalny.

Seperti dilansir AFP, Selasa (25/8/2020), Navalny (44) yang juga dikenal sebagai pengkritik Presiden Rusia, Vladimir Putin, ini diterbangkan ke Berlin, Jerman pada Sabtu (23/8) waktu setempat, setelah tiba-tiba jatuh sakit di Siberia pekan lalu dengan dokter Rusia menyalahkannya pada gangguan metabolisme.

Namun pada Senin (24/8) waktu setempat, RS Charite yang terkemuka di Berlin mengumumkan bahwa hasil tes klinis terhadap Navalny 'mengindikasikan keracunan dengan zat dari kelompok cholinesterase inhibitor'.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (25/8/2020):

- Memanas, Turki dan Yunani Sama-sama Gelar Latihan Militer

Turki dan Yunani telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan latihan militer Angkatan Laut di lepas pantai pulau Kreta Yunani. Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan atas klaim atas gas dan minyak di Mediterania Timur.

Seperti dilansir BBC, Selasa (25/8/2020), Turki mengirimkan peringatan resmi kepada kapal lain untuk menghindari daerah tersebut. Sementara itu, Yunani mengumumkan dimulainya latihan militernya setelah Turki mengatakan akan memperpanjang misi dengan kapal penelitian seismik.

Jerman mengirim Menteri Luar Negeri Heiko Maas ke Athena dan Ankara pada hari Selasa (25/8) untuk mencoba meredakan ketegangan kedua negara tersebut.

Maas akan bertemu Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis sebelum pembicaraan di Ankara dengan mitranya dari Turki.

- RS Jerman Sebut Navalny Pengkritik Putin Terindikasi Diracun

Rumah sakit (RS) Berlin di Jerman yang merawat tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, menyatakan hasil tes mengindikasikan politikus 44 tahun itu terindikasi diracun. Hal ini bertentangan dengan hasil pemeriksaan dokter-dokter Rusia yang sebelumnya menyatakan tidak ada bekas racun dalam tubuh Navalny.

Seperti dilansir AFP, Selasa (25/8/2020), Navalny (44) yang juga dikenal sebagai pengkritik Presiden Rusia, Vladimir Putin, ini diterbangkan ke Berlin, Jerman pada Sabtu (23/8) waktu setempat, setelah tiba-tiba jatuh sakit di Siberia pekan lalu dengan dokter Rusia menyalahkannya pada gangguan metabolisme.