Menhan Filipina Tuduh China Rekayasa Klaim Atas Laut China Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 16:51 WIB
Laut China Selatan: Aksi China memburu sumber daya melanggar hukum, kata Menlu AS
Ilustrasi (BBC World)
Manila -

Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina, Delfin Lorenzana, menyebut bahwa 'sembilan garis putus-putus' yang digunakan China untuk mengklaim sebagian besar wilayah perairan Laut China Selatan merupakan rekayasa. Lorenzana menuduh China menduduki wilayah maritim Filipina secara ilegal.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2020), tuduhan ini dilontarkan di tengah perselisihan baru antara Filipina dan China atas sengketa beting Scarborough, yang sejak lama memicu pertikaian antara kedua negara.

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Filipina melayangkan protes diplomatik terhadap China terkait apa yang disebut sebagai 'penyitaan ilegal' atas perlengkapan mencari ikan milik nelayan Filipina di dekat beting tersebut. China merebut Scarborough dari Filipina tahun 2012 lalu menyusul ketegangan kedua negara.

Beting Scarborough, salah satu daerah tangkapan ikan terkaya di kawasan tersebut, diketahui terletak di lokasi 240 kilometer dari Pulau Luzon, pulau utama Filipina dan 650 kilometer dari daratan utama terdekat China, Pulau Hainan.

"Area itu berada di dalam ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) kita," tegas Lorenzana kepada wartawan via pesan singkat. "Hak historis mereka (China-red) atas area yang dikelilingi oleh 9 garis putus-putus tidak ada kecuali dalam imajinasi mereka," tuduhnya.

"Para nelayan kita ada di dalam ZEE kita dan demikian juga dengan kapal-kapal dan pesawat-pesawat kita yang melakukan patroli di dalam wilayah kita," imbuh Lorenzana.

"Mereka (China-red) adalah pihak-pihak yang melakukan provokasi dengan secara ilegal menduduki sejumlah fitur dalam ZEE kita. Karenanya mereka tidak punya hak untuk mengklaim bahwa mereka menegakkan hukum mereka," sebutnya.

Tonton video 'China Kembangkan Vaksin Corona dari Sel Serangga':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2