Di Tengah Ketegangan, Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 15:20 WIB
151123-N-OI810-496 WATERS SOUTH OF JAPAN (Nov. 23, 2015) The aircraft carrier USS Ronald Reagan (CVN 76) is underway during Annual Exercise (AE) 16. The Ronald Reagan Carrier Strike Group is participating in Annual Exercise 16 to increase interoperability between Japanese and American forces through training in air and sea operations. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Nathan Burke/Released)
Ilustrasi -- USS Ronald Reagan (AFP)
Washington DC -

Kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) baru saja menggelar latihan militer di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Latihan militer semacam ini berpotensi membuat China marah.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (15/8/2020), Angkatan Laut AS atau US Navy dalam pernyataannya menyebut kelompok serbu yang dipimpin oleh kapal induk AS, USS Ronald Reagan, melakukan misi penerbangan juga latihan dan operasional stabilitas maritim kelas atas.

Disebutkan US Navy bahwa latihan militer itu digelar di perairan Laut China Selatan pada Jumat (14/8) waktu setempat.

"Integrasi dengan mitra-mitra bersama kami sangat penting dalam memastikan respons dan kekuatan mematikan pasukan gabungan, dan menjaga perairan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," demikian pernyataan Komandan Angkatan Laut AS, Joshua Fagan, selaku salah satu pejabat operasional udara Task Force 70 di USS Ronald Reagan.

Latihan militer ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China. AS sebelumnya mengkritik China terkait respons pandemi virus Corona (COVID-19) dan menuduh China memanfaatkan pandemi untuk mendorong klaim wilayah di Laut China Selatan dan lokasi-lokasi lainnya.

Belum ada tanggapan resmi China atas latihan militer terbaru kapal induk AS di Laut China Selatan ini.

AS diketahui sejak lama menentang klaim wilayah China secara luas di Laut China Selatan. Kapal-kapal perang AS secara rutin dikirimkan ke jalur perairan strategis tersebut, untuk mempraktikkan kebebasan navigasi. China sendiri selalu mengecam setiap latihan militer yang dilakukan AS di perairan sengketa itu.

(nvc/rdp)