15 Orang Positif Corona Usai Penggerebekan Maut di Kelab Malam Peru

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 13:12 WIB
Police officers guard the perimeter of the Tomas Restobar disco where officials say 13 people died in a stampede after a police raid to enforce the countrys lockdown during the coronavirus pandemic, Sunday, Aug. 23, 2020. The stampede happened when about 120 people that had gathered for a party on Saturday night, tried to escape through the only door of the second-floor disco, trampling one another and becoming trapped in the confined space, according to authorities. (AP Photo/Martin Mejia)
Polisi berjaga di lokasi penggerebekan maut di Lima, Peru (AP Photo/Martin Mejia)

Enam orang lainnya, termasuk tiga polisi, mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Di antara 23 orang yang ditangkap, sebut Menteri Dalam Negeri Peru, Jorge Montoya, terdapat sepasang suami-istri yang merupakan pemilik kelab malam tersebut. Presiden Vizcarra mendorong otoritas kehakiman untuk menghukum mereka yang telah melanggar hukum.

Diketahui bahwa semua kelab malam dan bar di Peru dilarang beroperasi sejak Maret lalu karena pandemi Corona. Aturan social distancing juga masih diwajibkan di negara ini, dengan acara pertemuan sosial yang diikuti banyak orang masih dilarang untuk digelar dan ada jam malam hingga pukul 22.00 waktu setempat.

Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah tambahan kasus harian di Peru berlipat ganda hingga melebihi 9 ribu kasus. Sejauh ini, menurut data penghitungan Johns Hopkins University (JHU), total 585.236 kasus Corona terkonfirmasi di Peru, dengan 27.453 kematian.

Angka tersebut tercatat sebagai total kasus Corona tertinggi kedua di kawasan Amerika Latin, setelah Brasil dengan lebih dari 3,6 juta kasus Corona.

Halaman

(nvc/ita)