AS Hentikan Bantuan Militer ke Mali Usai Kudeta

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2020 12:51 WIB
Bendera Amerika Serikat AS
Foto: Dok. Anadolu Agency
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat menghentikan sementara bantuan militer ke Mali setelah sekelompok perwira militer pemberontak merebut kekuasaan dan menahan presiden negara Afrika Barat itu.

Tidak akan ada "pelatihan atau dukungan lebih lanjut pada angkatan bersenjata Mali - kami telah menghentikan semuanya sampai kami dapat memperjelas situasinya," kata utusan khusus AS untuk Sahel, J. Peter Pham, kepada wartawan.

"Tidak jelas pasukan mana yang terlibat dalam pemberontakan itu, siapa yang terlibat secara khusus, di mana letak loyalitas," katanya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/8/2020).

Sebelumnya, pada hari Selasa (18/8), pasukan pemberontak menangkap presiden berusia 75 tahun yang terpilih tetapi tidak populer di negara itu, Ibrahim Boubacar Keita.

Mereka memaksanya untuk mengumumkan pengunduran dirinya dan membentuk junta yang akan berkuasa sampai "presiden transisi" mengambil alih.

Pham mengatakan pemerintah AS, yang sangat prihatin dengan para pemberontak di negara itu, telah melakukan kontak dengan junta, yang menyebut dirinya Komite Nasional untuk Penyelamatan Rakyat.

Selanjutnya
Halaman
1 2