Aniaya PRT Indonesia, Wanita Singapura Dibui 4 Bulan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 16:26 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Ilustrasi (Thinkstock)
Singapura -

Seorang wanita Singapura diadili dan dijatuhi hukuman empat bulan penjara karena menganiaya seorang pembantu rumah tangga (PRT) yang berasal dari Indonesia. PRT itu ditampar dan dipukul berkali-kali karena tidak mengganti popok anak majikannya.

Seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (19/8/2020), korban yang bernama Sherley Medya (30) melarikan diri dari apartemen majikannya dan meminta bantuan Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM). Tindak penganiayaan ini terjadi setelah Sherley mulai bekerja pada majikannya pada awal September 2018.

Usai melapor, Sherley juga memeriksakan diri ke rumah sakit, dengan luka-luka memar di wajah dan lutut, kemudian luka lecet di bibir, serta nyeri di bahu, pergelangan tangan dan lututnya.

Majikan Sherley, yang bernama Meenashi Sanjay Kumar Singh (34), mengaku bersalah atas satu dakwaan secara sengaja melukai seorang PRT. Dalam sidang putusan pada Rabu (19/8) waktu setempat, Meenashi dijatuhi vonis 4 bulan penjara.

Diungkapkan dalam persidangan bahwa tindak penganiayaan fisik itu terjadi beberapa kali sepanjang tahun 2018. Pada Oktober 2018, Menashi menampar pipi Sherley, kemudian menarik tangan dan mendorong dadanya hingga kepala Sherley membentur pintu.

Pada November 2018, Menashi menggunakan penggaris untuk berkali-kali memukul korban di bagian pipi, kemudian menampar pipi dan bibirnya dengan tangan. Ketika korban tidak mengganti popok anak laki-laki Menashi, korban dipukul dengan penggaris kayu sebanyak 11 kali di lengan dan tangannya.

Sherley kabur dari rumah majikannya sejak saat itu. Tindak penganiayaan itu terekam kamera CCTV yang terpasang di ruang keluarga.

(nvc/ita)