Presiden Meksiko Akan Disuntik Vaksin Corona Buatan Rusia Jika Efektif

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 13:39 WIB
Mexican President Andres Manuel Lopez Obrador gestures as he speaks during a press conference at the Palacio Nacional in Mexico City on July 10, 2019. - Arturo Herrera replaced Carlos Urzua as Mexican Secretary of Finance, after he resigned on July 9, 2019 citing discrepancies with Lopez Obradors government. (Photo by ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador (ALFREDO ESTRELLA/AFP)
Mexico City -

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, menyatakan bahwa dirinya akan menjadi salah satu dari kelompok pertama yang menerima vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Rusia, jika vaksin itu terbukti efektif.

Seperti dilansir AFP, Selasa (18/8/2020), pengumuman Rusia, pekan lalu, soal negaranya menjadi yang pertama di dunia untuk menyetujui sebuah vaksin Corona menuai kritikan dari banyak pihak, terutama para ilmuwan negara-negara Barat yang meragukan keamanan vaksin itu.

Para pengamat dan ilmuwan menilai bahwa vaksin Corona buatan Rusia masih harus dibuktikan keamanan dan kemanjurannya. Namun dalam konferensi pers terbaru, Presiden Lopez Obrador mengungkapkan bahwa dirinya akan menjadi yang pertama untuk mendapatkan vaksin Corona buatan Rusia.

"Saya akan menjadi orang yang pertama divaksinasi, karena itu sangat penting bagi saya, tapi kita harus ... memastikan bahwa vaksin itu efektif dan tersedia untuk semua orang," ucap Presiden Lopez Obrador.

Ditambahkan Presiden Lopez Obrador bahwa dirinya akan secara pribadi menjalin komunikasi dengan Rusia atau China jika kedua negara itu menjadi yang pertama dan berhasil dalam mengembangkan vaksin Corona yang efektif.

"Dalam persoalan penting ini, tidak seharusnya ada (persoalan) ideologi... kesehatan yang diutamakan," tegasnya.

Sejauh ini, menurut data penghitungan Johns Hopkins University (JHU), total 525.733 kasus Corona terkonfirmasi di Meksiko. Total kematian akibat Corona di negara ini telah mencapai 57.023 orang, yang tercatat sebagai total kematian tertinggi ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat (AS) dan Brasil.

Pekan lalu, Meksiko mengumumkan kesepakatan dengan raksasa farmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca, untuk memproduksi kandidat vaksin Corona yang dikembangkan perusahaan farmasi itu. Produksi massal akan dilakukan oleh Meksiko jika uji coba klinis membuktikan vaksin AstraZeneca efektif terhadap Corona.

Tonton video 'Meksiko Kerja Sama dengan AS-China, Uji Coba Vaksin Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/rdp)