Trump Ungkap Akan Ampuni Orang 'Sangat Penting', Siapa Itu?

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 12:10 WIB
President Donald Trump and first lady Melania Trump walk down the steps of Air Force One at Andrews Air Force Base, Md., Sunday, Aug. 16, 2020. Trump was returning to Washington after spending the weekend at Trump National Golf Club in New Jersey. (AP Photo/Susan Walsh)
Donald Trump, bersama istrinya, Melania dan anaknya, Barron, saat menuruni pesawat kepresidenan AS, Air Force One (AP/Susan Walsh)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan bahwa dia akan memberikan pengampunan atau amnesti terhadap seseorang 'yang sangat penting'. Siapa yang dimaksud Trump?

Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/8/2020), Trump menyampaikan hal ini kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS, Air Force One, pada Senin (17/8) waktu setempat. Dia tidak menjelaskan lebih soal siapa yang akan diberi pengampunan itu.

"Akan memberikan pengampunan, besok (18/8), seseorang yang sangat, sangat penting," ucap Trump, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dalam pernyataannya, Trump hanya menambahkan bahwa 'seseorang sangat penting' itu bukanlah mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Edward Snowden, yang kini tinggal di Rusia. Snowden diketahui mengasingkan diri dari AS setelah didakwa membocorkan informasi rahasia.

Trump juga menyatakan bahwa seseorang itu bukan mantan penasihat keamanan nasional AS, Michael Flynn, yang terjerat serangkaian kasus pidana.

Pada Sabtu (15/8) lalu, Trump menyatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan untuk mengampuni Snowden. Diketahui bahwa Snowden didakwa membocorkan sejumlah besar dokumen rahasia tahun 2013 kepada pers, yang mengungkapkan operasi pengintaian besar-besaran AS baik domestik maupun internasional.

Sementara, Flynn diketahui telah dua kali mengaku bersalah karena berbohong kepada penyidik Biro Investigasi Federal (FBI) soal percakapannya dengan eks Duta Besar Rusia, Sergey Kislyak. Departemen Kehakiman AS diketahui berupaya menggugurkan dakwaan terhadap Flynn di tengah tekanan dari Trump dan sekutunya.

Bulan lalu, Trump menggunakan wewenang eksekutifnya untuk mengurangi masa hukuman yang dijalani teman lama dan penasihatnya, Roger Stone, yang dinyatakan bersalah telah berbohong di bawah sumpah dalam testimoni kepada parlemen AS saat penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pilpres 2016.

(nvc/rdp)