Israel Harap Bahrain dan Oman Ikuti Jejak UEA dalam Normalisasi Hubungan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 15:33 WIB
Tel Aviv City Hall is lit up with the flags of the United Arab Emirates and Israel as the countries announced they would be establishing full diplomatic ties, in Tel Aviv, Israel, Thursday, Aug. 13, 2020. In a nationally broadcast statement, Prime Minister Benjamin Netanyahu said the full and official peace with the UAE would lead to cooperation in many spheres between the countries and a wonderful future for citizens of both countries. (AP Photo/Oded Balilty)
Ilustrasi -- Balai Kota Tel Aviv dihiasi lampu-lampu yang membentuk bendera nasional Uni Emirat Arab usai perjanjian damai diumumkan (AP Photo/Oded Balilty)
Tel Aviv -

Menteri Intelijen Israel, Eli Cohen, menyebut Bahrain dan Oman bisa menjadi negara Teluk selanjutnya yang mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) dalam menormalisasi hubungan dengan Israel. Kedua negara itu sebelumnya menyatakan dukungan atas perjanjian damai Israel dan UEA.

Seperti dilansir Reuters, Senin (17/8/2020), Israel dan UEA mengumumkan perjanjian damai yang mengejutkan pada Kamis (13/8) lalu. Dalam perjanjian yang tercapai dengan dimediasi Amerika Serikat (AS) itu, Israel dan UEA sepakat untuk menormalisasi hubungan diplomatik.

"Setelah perjanjian ini (dengan UEA-red), akan muncul perjanjian-perjanjian tambahan, baik dengan negara-negara Teluk dan dengan negara-negara muslim di Afrika," tutur Cohen dalam pernyataan kepada radio Army Israel.

"Saya pikir Bahrain dan Oman pasti dalam agenda. Selain itu, dalam penilaian saya, ada kemungkinan tahun depan sudah ada perjanjian damai dengan negara-negara lainnya di Afrika, salah satunya Sudan," cetusnya.

Baik Bahrain maupun Oman sama-sama menyambut baik perjanjian damai Israel dan UEA. Namun kedua negara belum pernah mengomentari soal prospek mereka sendiri untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, diketahui telah bertemu pemimpin Oman dan Sudan dalam dua tahun terakhir. Bahkan Netanyahu mengunjungi langsung Oman pada Oktober 2018 lalu.

"Saya berharap lebih banyak negara akan bergabung dengan kita dalam lingkaran perdamaian," ujar Netanyahu kepada jajaran menteri kabinetnya pada Minggu (16/8) waktu setempat.

"Ini adalah perubahan bersejarah yang memajukan perdamaian dengan dunia Arab dan pada akhirnya akan memajukan perdamaian yang nyata, sadar dan aman dengan Palestina," imbuhnya.

UEA menjadi negara Arab ketiga yang sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel. Sebelumnya, Mesir menandatangani perjanjian damai dengan Israel tahun 1979 dan Yordania tahun 1994 lalu. Sebagian besar negara-negara Arab tidak memiliki hubungan diplomatik maupun ekonomi dengan Israel.

(nvc/imk)