Duterte Nyatakan Tak Akan Perang soal Laut China Selatan, China Apresiasi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 21:20 WIB
FILE PHOTO: President Rodrigo Duterte speaks after his arrival, from a visit in Israel and Jordan at Davao International airport in Davao City in southern Philippines, September 8, 2018. REUTERS/Lean Daval Jr./File Photo
Duterte (Foto: REUTERS/Lean Daval Jr./File Photo)
Manila -

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku tidak punya pilihan lain selain menyikapi polemik di Laut China Selatan lewat upaya diplomatik. Duterte menegaskan tidak akan berperang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (29/7/2020), hal itu disampaikan Duterte untuk membela keputusan pemerintahannya tidak menekan keputusan 2016 oleh Pengadilan Arbitrase Permanen yang mendukung Filipina dalam kasus melawan China.

Dalam pidato tahunannya, Duterte mengatakan China memiliki wilayah yang negaranya tidak memiliki kemampuan untuk menantang militernya. "Kita tidak bisa pergi berperang," kata Duterte.

China pun mengapresiasi pernyataan Duterte tersebut. Duterte sebelumnya menyatakan tidak akan memihak China dan Amerika Serikat (AS) serta tidak akan mengizinkan pasukan AS kembali ke pangkalan militer di negara itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengatakan bahwa semua negara memiliki hak untuk menegakkan kebijakan luar negeri yang independen. Hal itu didasarkan pada hubungan luar negeri yang sesuai dengan kepentingan nasionalnya.

Wang mengatakan posisi China dalam masalah Laut China Selatan jelas. Penanganan masalah ini dilakukan dengan baik demi kepentingan China dan Filipina serta perdamaian di kawasan.

"Kami menghargai pernyataan Presiden Duterte dan siap untuk menyelesaikan sengketa maritim dengan Filipina melalui konsultasi persahabatan untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan dan seluruh wilayah," kata Wang seperti dilansir dari The Star.

Selanjutnya
Halaman
1 2