Oman, Bahrain dan Yordania Dukung Perjanjian Damai UEA-Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 12:03 WIB
Tel Aviv City Hall is lit up with the flags of the United Arab Emirates and Israel as the countries announced they would be establishing full diplomatic ties, in Tel Aviv, Israel, Thursday, Aug. 13, 2020. In a nationally broadcast statement, Prime Minister Benjamin Netanyahu said the
Balai Kota Tel Aviv dihiasi lampu-lampu yang membentuk bendera nasional Uni Emirat Arab usai perjanjian damai diumumkan (AP Photo/Oded Balilty)
Muscat -

Dukungan untuk perjanjian damai antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel datang dari tiga negara Arab, yakni Oman, Bahrain dan Yordania. Ketiga negara itu menyambut baik perjanjian yang mengatur normalisasi hubungan antara UEA dan Israel.

Seperti dilansir Reuters dan kantor berita Anadolu, Sabtu (15/8/2020), otoritas Oman menyatakan dukungan atas keputusan UEA untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Oman mengharapkan perjanjian itu bisa berkontribusi pada perdamaian yang menyeluruh, adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Juru bicara Kementerian Oman, seperti dikutip kantor berita Oman News Agency (ONA), menyebut perjanjian UEA dan Israel itu sebagai langkah 'bersejarah'. "Kesultanan Oman mendukung perjanjian itu," sebut sejumlah sumber pada Kementerian Luar Negeri Oman.

Tonton juga 'Politikus Palestina: Perjanjian Damai, UEA Membawa "Belati Beracun"':

[Gambas:Video 20detik]

Otoritas Bahrain dalam pernyataannya menyebut perjanjian damai antara UEA dan Israel itu meningkatkan kesempatan bagi terwujudnya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Bahrain bahkan memuji Amerika Serikat (AS) -- sebagai penengah dalam perjanjian ini -- untuk upayanya mewujudkan kesepakatan UEA dan Israel.

"(Perjanjian UEA-Israel) Ini sebuah langkah untuk meningkatkan peluang dalam mencapai perdamaian di Timur Tengah," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Bahrain.

"Kerajaan Bahrain menyampaikan selamat secara hangat kepada UEA bersama dengan AS dan Israel karena mencapai kesepakatan yang menghentikan pencaplokan wilayah Palestina," sebut Kementerian Luar Negeri Bahrain dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa dalam kesepakatan yang diumumkan oleh AS -- sebagai penengah -- pada Kamis (13/8) waktu setempat, Israel berjanji untuk menangguhkan rencana pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat sebagai imbalan atas kesepakatan normalisasi hubungan dengan UEA.

Selanjutnya
Halaman
1 2