Miris! Terapis Pijat Tunanetra di China Banyak Alami Pelecehan Seksual

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 11:14 WIB
Relaksasi sambil dipijat dan aroma terapi.  detikcom / ilustrasi / Peninsula
Ilustrasi (Pool)
Beijing -

Para perempuan tunanetra di China kerap mengalami pelecehan seksual. Umumnya pelecehan seksual ini kerap dialami oleh mereka yang berprofesi sebagai terapis pijat.

Seperti dilansir dari AFP, Sabtu (15/8/2020), ketika Xiao Jia kehilangan penglihatannya saat remaja, dia diberitahu bahwa pilihan karier yang "terhormat" adalah menjadi terapis pijat.

Sebaliknya, dia menemukan sebuah industri yang penuh dengan pelecehan seksual dan agresi, di mana wanita hanya diberi sedikit perlindungan.

Tunanetra didorong untuk bekerja di panti pijat di China karena diyakini lebih sensitif terhadap sentuhan.

Pekerjaan ini juga dipandang sebagai pilihan praktis di negara yang secara rutin memisahkan penyandang disabilitas dari masyarakat lainnya sejak usia muda, dan di mana hanya sedikit profesi yang bersedia mengakomodasi staf tunanetra.

Tetapi bagi banyak wanita tunanetra, kenyataan penuh dengan resiko. Xiao mengatakan dia sering diraba-raba oleh pelanggan pria yang juga menuntut layanan seksual dan mencoba memaksanya untuk menyentuhnya secara tidak pantas.

"Masa-masa paling serius (seorang pelanggan) sangat kasar, dia membawa saya ke ruangan terpisah dan menutup kedua pintu, dan kemudian meminta saya untuk memijat bagian tertentu dari dirinya," katanya kepada AFP.

Xiao kerapkali takut menolaknya. Sudah 14 tahun sejak dia kehilangan penglihatan karena kondisi genetik, dan ini bukanlah masa depan yang dia bayangkan.

Aktivis HAM memperkirakan 40 persen perempuan telah menghadapi pelecehan seksual di China, di mana sistem patriarki, menyalahkan korban dan sikap konservatif berarti melaporkan kejahatan seks dan mengamankan hukuman bisa jadi sulit.

Tonton juga 'Terapis yang Nikahi Anak di Bawah Umur di Pinrang Jadi Tersangka!':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2