Kasus Harian Corona Masih di Atas 1.000, Turki Tunda Sekolah Tatap Muka

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 03:46 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Ilustrasi virus Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Ankara -

Siswa sekolah di Turki baru bisa kembali belajar di ruang kelas pada akhir September mendatang. Pasalnya, kasus harian virus Corona (COVID-19) di Turki masih di atas 1.000 kasus per hari.

Dilansir dari AFP, Rabu (13/8/2020), pembelajaran tatap muka baru bisa dilakukan di Turki hampir satu bulan setelah dimulainya tahun ajaran baru. Pejabat Turki khawatir karena angka kasus harian naik dari sekitar 900 menjadi lebih dari 1.000 kasus terkonfirmasi pada 4 Agustus 2020, dan belum turun di bawah 4 digit sejak saat itu.

Namun, jumlah tersebut jauh di bawah angka harian saat puncak kasus Corona di Turki. Pada April 2020 lalu, pada puncak penularan, kasus harian di Turki mencapai lebih dari 5.000 kasus.

"Sekolah akan dibuka kembali dengan pembelajaran jarak jauh pada 31 Agustus," kata Menteri Pendidikan Turki, Ziya Selcuk, di Ankara.

"Diharapkan kembali (belajar) ke ruang kelas secara bertahap dapat dilakukan mulai 21 September," imbuhnya.

Selcuk mengatakan keputusan itu didasarkan pada saran dari komite ilmiah yang memberi nasehat kepada pemerintah. Mereka pertemu pada Rabu waktu setempat sebelum pengumuman resmi dari Menteri Pendidikan.

Sekolah dan universitas di Turki ditutup pada Maret 2020, bersamaan dengan sebagian besar ruang publik, karena otoritas Turki segera mencegah penyebaran virus Corona yang melumpuhkan sistem kesehatan negara itu. Para pejabat kemudian memutuskan untuk menutupnya selama sisa tahun akademik.

Total 243.180 orang telah terinfeksi virus Corona di Turki. Sebanyak 5.873 di antaranya meninggal dunia.

"Langkah-langkah ketat yang tidak ingin kami tanggung lagi dapat ditarik kembali jika kenaikan terus berlanjut dengan kecepatan ini," kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca.

Sebelum pembatasan dicabut pada Mei dan Juni, otoritas Turki menutup ruang publik seperti kafe, restoran, tempat pangkas rambut, dan pusat perbelanjaan, serta melarang perjalanan antarkota.

(azr/azr)