Akibat Lockdown Corona, Angka Kematian Gajah di Sri Lanka Turun

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 14:23 WIB
Gajah di Sri Lanka (AFP Photo)
Foto: Gajah di Sri Lanka (AFP Photo)

Sebagian besar manusia juga tewas oleh gajah yang habitatnya berkurang drastis. Gajah-gajah itu mengamuk di desa-desa mencari makan.

Sumith Pilapitiya, konservasionis dan mantan direktur jenderal departemen satwa liar pemerintah, memperkirakan jumlah kematian gajah menurun hingga 40 persen selama lockdown virus Corona, yang dimulai pada Maret dan secara resmi berakhir pada Juni.

Pilapitiya mengatakan rata-rata 240 gajah dibunuh setiap tahun antara 2010 dan 2017 dan jumlahnya meningkat sejak itu.

"Gajah Asia diklasifikasikan sebagai 'terancam punah', jadi kita tidak bisa kehilangan gajah pada tingkat itu," jelasnya.

Dia mengungkapkan harapan bahwa "pengurangan yang signifikan" selama lockdown - yang termasuk perintah tinggal di rumah secara nasional, dengan orang-orang hanya diizinkan keluar untuk membeli kebutuhan pokok - akan menurunkan jumlah keseluruhan untuk tahun itu.

Populasi gajah Sri Lanka telah menurun menjadi sekitar 7.000 ekor menurut sensus terbaru, turun dari 12.000 ekor pada awal 1900-an.

Halaman

(rdp/ita)