Israel Tutup Perlintasan Perbatasan Gaza Usai Serangan Balon Api

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 14:32 WIB
A member of Palestinian security forces gestures as a fuel tanker arrives at Kerem Shalom crossing in Rafah in the southern Gaza Strip August 15, 2018. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Ilustrasi -- Perlintasan perbatasan Kerem Shalom biasa digunakan untuk menyalurkan pasokan barang ke wilayah Gaza (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Tel Aviv -

Israel menutup perlintasan perbatasan dengan Jalur Gaza, setelah militan di wilayah itu menembakkan roket dan melancarkan serangan balon api ke wilayah Israel. Hanya perlintasan perbatasan untuk barang di Kerem Shalom yang ditutup oleh Israel.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (11/8/2020), media-media Israel melaporkan bahwa lebih dari 30 kebakaran terjadi di sekitar perbatasan akibat balon-balon udara yang dipasangi peledak yang diterbangkan dari Gaza menuju wilayah Israel. Serangan balon api semacam ini biasa dilakukan militan yang ada di Gaza.

Dalam pengumumannya, COGAT atau unit Kementerian Pertahanan yang mengawasi perlintasan perbatasan Gaza, menyatakan bahwa langkah penutupan diambil untuk merespons 'peluncuran balon-balon api yang berkelanjutan'.

Penutupan perlintasan perbatasan berlaku mulai Selasa (11/8) waktu setempat, namun tidak diketahui sampai kapan.

"Perlintasan Kerem Shalom akan ditutup untuk pengiriman semua barang, dengan pengecualian masuknya perlengkapan kemanusiaan esensial dan bahan bakar," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.

Kerem Shalom merupakan salah satu dari tiga perlintasan perbatasan utama Gaza dengan Israel dan Mesir. Sebagian besar muatan barang yang akan masuk ke Jalur Gaza kebanyakan melewati Kerem Shalom.

Otoritas Palestina menyebut penutupan perlintasan perbatasan Kerem Shalom secara khusus berdampak pada penyaluran pasokan material konstruksi.

Balon-balon api yang diterbangkan dari Gaza seringkali memicu kebakaran lahan di wilayah Israel bagian selatan. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya ada tiga serangan balon api dari Gaza ke Israel. Balon-balon api itu memicu serangan balasan dari Israel ke posisi-posisi Hamas di Gaza. Diketahui bahwa Israel selalu menganggap Hamas bertanggung jawab atas setiap serangan yang dilancarkan dari wilayah Gaza.

Sementara itu, Hamas juga dilaporkan menembakkan sejumlah roket ke lautan pada Senin (10/8) waktu setempat, usai terjadi baku tembak dengan Israel dalam beberapa hari terakhir. Menurut seorang sumber yang dekat dengan Hamas, roket-roket itu merupakan 'pesan' untuk Israel bahwa Hamas tidak akan 'tinggal diam' dalam menghadapi blokade dan 'agresi'.

Tonton video 'Gaza Laporkan 2 Kasus Pertama Corona!':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)