Video yang Tunjukkan Rudal Saat Ledakan di Lebanon Dipastikan Rekayasa

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 10:28 WIB
Perbandingan video rekayasa dan video asli terkait ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon
Perbandingan video rekayasa dan video asli terkait ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon (CNN)

Tim CNN Arabic di Abu Dhabi merupakan yang pertama menemukan video itu dan langsung menyadari itu telah direkayasa. Video rekayasa itu bisa ditemukan di hampir setiap media sosial, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, YouTube dan TikTok.

Beberapa video yang beredar di Facebook bahkan telah memiliki label peringatan berbunyi 'informasi palsu', termasuk salah satu video yang telah dibagikan lebih dari 1.500 kali. Video-video lainnya belum diberi peringatan, termasuk salah satu video yang disaksikan 8.400 kali.

Pihak TikTok dan YouTube telah menghapus video-video rekayasa itu dari platform mereka. "Segera setelah kami mengetahui video ini, video itu dihapus karena melanggar kebijakan kami soal konten menyesatkan," tegas seorang juru bicara TikTok kepada CNN.

"Sebelum penghapusan, video itu telah secara otomatis diberi label oleh sistem kami, membatasi jangkauannya dalam platform kami. Hati kami tertuju pada warga Beirut pada masa sulit ini," imbuhnya.

"Kami telah menghapus video itu karena melanggar Pedoman Komunitas kami dan unggahan ulang video asli jika mengandung segmen yang kami anggap melanggar Pedoman Komunitas YouTube," tutur Kepala Komunikasi Kebijakan YouTube, Farshad Shadloo, kepada CNN.

Ketika CNN menghubungi individu yang datanya tercantum pada video rekayasa itu, mereka hanya merespons: "Seseorang sangat membenci saya sampai menyertakan email saya dalam video palsu."

Halaman

(nvc/ita)