Mesir Selidiki Dugaan Pemerkosaan di Hotel Bintang Lima Kairo

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 15:06 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi pemerkosaan (Edi Wahyono)
Kairo -

Jaksa penuntut umum Mesir mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan penyelidikan atas tuduhan pemerkosaan bergiliran di sebuah hotel mewah di Kairo. Peristiwa ini diduga terjadi pada tahun 2014 dan viral di media sosial bulan lalu.

"Jaksa Penuntut Umum menerima surat dari Dewan Nasional Wanita, disertai dengan pengaduan yang diajukan oleh salah satu wanita yang mengalami pelecehan seksual oleh beberapa orang di Hotel Fairmont Nile City di Kairo pada tahun 2014," kata jaksa penuntut umum dalam pernyataannya, Rabu (5/8/2020) seperti dilansir AFP.

Terlampir pula pada pengaduan yang diajukan Selasa (4/8) bahwa ini "adalah kesaksian dari orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang insiden itu," tambah jaksa.

Lebih lanjut, pernyataan itu menambahkan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan "pada waktunya".

Serangan yang dituduhkan itu, berdasarkan unggahan viral di media sosial, terjadi di sebuah hotel bintang lima di Kairo dan melibatkan enam pria yang dikatakan telah membius sekaligus memperkosa seorang wanita muda.

Nama dan foto para tersangka, yang berasal dari keluarga kaya, telah beredar luas di internet. Namun, AFP belum dapat memverifikasi keasliannya.

Dewan Nasional Mesir untuk Wanita mengutuk ancaman pembalasan terhadap wanita yang mengekspos pelanggaran seksual minggu lalu.

Dewan tersebut siap "berdiri di samping setiap wanita dan gadis korban ancaman dengan memberikan semua dukungan yang diperlukan", katanya.

Dalam sebuah pernyataan pekan lalu, Hotel Fairmont mengatakan telah melakukan penyelidikan internal tetapi menemukan "bahwa tidak pernah ada laporan insiden yang diajukan ke hotel, atau ke polisi pariwisata hotel".

Tuduhan itu muncul sebagai bagian dari gelombang #Metoo yang bangkit kembali di negara yang sangat konservatif itu. Gerakan ini berusaha meminta pertanggungjawaban para predator seksual atas tindakan mereka.

Sebuah studi tahun 2013 oleh UN Women menemukan bahwa 99 persen wanita di Mesir pernah mengalami pelecehan seksual, baik secara verbal maupun fisik.

(rdp/ita)