Menkes AS Akan Berkunjung ke Taiwan, Berpotensi Bikin Marah China

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 11:47 WIB
Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS Alex Azar (AFP Photo)
Foto: Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS Alex Azar (AFP Photo)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) mengumumkan kunjungan "tingkat tertinggi" ke Taiwan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade terakhir. Kunjungan ini merupakan langkah yang sangat berpotensi membuat China marah ketika hubungan AS dan China tengah memanas.

Seperti dilansir dari AFP, Rabu (5/8/2020), Kamar Dagang Washington di Taipei mengkonfirmasi bahwa Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS, Alex Azar, akan memimpin delegasi yang akan datang ke Taiwan itu, yang diklaim oleh pemimpin komunis China akan direbut kembali suatu hari nanti.

"Ini menandai... anggota kabinet pertama yang berkunjung dalam enam tahun, dan kunjungan tingkat tertinggi oleh seorang pejabat Kabinet AS sejak 1979," sebut American Institute di Taiwan.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengkonfirmasi kunjungan Menteri AS itu dan mengatakan bahwa Azar akan bertemu Menteri Luar Negeri dan Menteri Kesehatan Taiwan.

"Menteri Azar adalah kawan lama Taiwan yang setia," kata Kementerian Luar Negeri Taiwan, yang menggambarkan kunjungan itu sebagai "bukti yang kuat tentang fondasi saling percaya yang solid" antara Washington dan Taipei.

Amerika Serikat mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke China pada tahun 1979.

Kendati demikian, AS diketahui tetap menjadi pemasok senjata utama ke pulau itu, tetapi secara historis berhati-hati dalam melakukan kontak resmi.

Namun itu telah berubah secara dramatis di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang telah mulai merangkul Taiwan lebih sebagai cara untuk membalas balik ke China, ketika kedua negara adikuasa itu semakin bersitegang.

Perjalanan tingkat kabinet AS terakhir ke Taiwan adalah pada tahun 2014 ketika kepala Badan Perlindungan Lingkungan saat itu berkunjung.

Yang terbaru sebelum itu adalah kunjungan pada tahun 2000 oleh seorang Menteri Transportasi di bawah Presiden AS Bill Clinton.

(rdp/nvc)