Virus Corona Kian Mengganas, Ibu Kota Filipina Lockdown Lagi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 11:25 WIB
Philippine police man a checkpoint on the border between Quezon city and Manila districts on March 18, 2020, as the government imposed measures to curb the spread of the COVID-19 coronavirus. - Philippine President Rodrigo Duterte ordered about half the countrys population to stay home for the next month in a drastic bid on March 16 to curb the rising number of new coronavirus cases. If fully enforced, the sweeping order would mean most of the 55 million people on the main island of Luzon, which includes the capital Manila, would be housebound. (Photo by Ted ALJIBE / AFP)
Ilustrasi -- Personel militer berjaga di Manila saat pembatasan Corona (AFP/TED ALJIBE)
Manila -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan pemberlakuan kembali lockdown ketat di ibu kota Manila dan sekitarnya setelah total kasus virus Corona (COVID-19) di negara ini menembus 100 ribu. Lockdown ketat ini akan kembali diterapkan selama dua pekan, mulai Selasa (4/8) waktu setempat.

Seperti dilansir Associated Press dan Reuters, Senin (3/8/2020), juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, menuturkan bahwa lockdown lebih ketat atau yang disebut 'Modified Enhanced Community Quarantine' (MECQ) akan diterapkan di Metro Manila dan provinsi sekitarnya, seperti Laguna, Caviet, Rizal dan Bulacan.

Saat ini Manila berada dalam status Karantina Masyarakat Umum yang tidak terlalu membatasi pergerakan warga. Roque menyatakan bahwa lockdown lebih ketat akan diberlakukan selama dua pekan, yakni mulai Selasa (4/8) waktu setempat hingga 18 Agustus mendatang.

Transportasi umum di area Manila dan sekitarnya akan dihentikan sementara dan hanya perjalanan esensial yang diperbolehkan. Sejumlah aktivitas bisnis juga akan ditutup sementara selama lockdown lebih ketat diberlakukan di Manila dan sekitarnya.

Otoritas Filipina berniat untuk kembali membatasi pergerakan warga, dengan surat izin bekerja dan surat jalan saat karantina diperlukan bagi mereka yang beraktivitas di luar rumah selama lockdown diterapkan. Diketahui bahwa area Metro Manila dihuni oleh lebih dari 12 juta jiwa, yang akan terkena dampak dari lockdown lebih ketat ini.

Keputusan untuk memberlakukan kembali lockdown lebih ketat ini diambil Duterte setelah nyaris 100 organisasi medis menggelar konferensi pers virtual, yang tergolong langka, pada Sabtu (1/8) waktu setempat untuk memperingatkan bahwa sistem kesehatan kewalahan oleh lonjakan kasus Corona.

Tonton video 'Update Global: Coronavirus Tembus 18 Juta Kasus':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2