Round-Up

Pertanyaan di Rencana Reposisi Belasan Ribu Tentara AS dari Jerman

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 22:04 WIB
American soldier mount the U.S. flag on a vehicle near the town of Tel Tamr, north Syria, Sunday, Oct. 20, 2019. Kurdish-led fighters and Turkish-backed forces clashed sporadically Sunday in northeastern Syria amid efforts to work out a Kurdish evacuation from a besieged border town, the first pull-back under the terms of a U.S.-brokered cease-fire. (AP Photo/Baderkhan Ahmad)
Foto: Tentara AS (AP Photo/Baderkhan Ahmad)
Washington DC -

Rencana Amerika Serikat (AS) menarik nyaris 12 ribu tentaranya dari Jerman disebut sebagai 'reposisi strategis'. Namun, alasan pasti reposisi belasan ribu tentara AS ini masih menyisakan pertanyaan.

Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menyebut penarikan ini sebagai reposisi 'strategis', namun Presiden Donald Trump menyebutnya sebagai hukuman bagi Jerman untuk pembelanjaan pertahanan yang sedikit.

Seperti dilansir AFP, Kamis (30/7/2020), Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, menyatakan bahwa Pentagon akan menarik pulang sekitar 6.400 tentara di Jerman dan memindahkan nyaris 5.600 tentara lainnya ke negara-negara NATO lainnya, termasuk Italia dan Belgia.

Beberapa tentara AS lainnya juga bisa direlokasi ke Polandia dan negara-negara Baltik, jika AS mencapai kesepakatan dengan negara-negara tersebut. Dengan demikian, total sekitar 11.900 tentara AS akan ditarik dari Jerman.

Langkah yang memakan biaya miliaran dolar Amerika ini, akan mengurangi kehadiran personel militer AS di Jerman menjadi sekitar 24 ribu tentara. Esper menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari rencana lebih luas untuk menerapkan reposisi militer AS secara global agar lebih baik dalam menghadapi ancaman Rusia dan China.

"Reposisi pasukan kita di Eropa menunjukkan perubahan strategis dan positif yang besar," ujar Esper.

"Perubahan-perubahan ini tidak dipertanyakan lagi akan mencapai prinsip-prinsip inti dalam meningkatkan penangkalan AS dan NATO terhadap Rusia; memperkuat NATO; meyakinkan sekutu dan meningkatkan fleksibilitas strategis AS," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2