Suara-suara Protes Atas UU Kontrol Medsos yang Baru Disahkan Turki

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 10:42 WIB
aplikasi tiktok
Foto: Ilustrasi media sosial (Unsplash/Kon Karampelas)
Istanbul -

Parlemen Turki pada hari Rabu (29/7) mengesahkan RUU kontroversial yang akan memberikan pemerintah kontrol atas media sosial. UU baru ini dianggap akan membatasi nilai kebebasan berekspresi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (30/7/2020) di bawah undang-undang baru ini, raksasa media sosial seperti Facebook dan Twitter harus memastikan mereka memiliki perwakilan lokal di Turki.

UU ini pun menuai protes dari para kritikus. Mereka berpendapat bahwa peningkatan kontrol media sosial juga akan membatasi akses Turki ke informasi independen atau penting, di negara di mana media berita berada di tangan pengusaha yang ramah pemerintah atau dikendalikan oleh negara.

"Kenapa sekarang?" Tanya Yaman Akdeniz, profesor di Universitas Bilgi Istanbul yang juga pakar hak siber. "Sementara platform media cetak dan siaran sudah di bawah kendali pemerintah, media sosial relatif bebas," cetusnya.

Dia menyebut bahwa media sosial telah jadi ruang kebebasan berekspresi yang efektif.

"Media sosial telah menjadi salah satu dari sedikit ruang untuk berekspresi bebas dan efektif di Turki," katanya kepada AFP.

Sementara itu, Human Rights Watch menyatakan keprihatinannya bahwa undang-undang itu akan memungkinkan pemerintah mengontrol media sosial, menghapus konten sesuka hati, dan secara sewenang-wenang menargetkan pengguna individu.

"Media sosial adalah garis hidup bagi banyak orang yang menggunakannya untuk mengakses berita, jadi undang-undang ini menandakan era gelap baru sensor online," kata Tom Porteous, wakil direktur program di Human Rights Watch dalam pernyataannya.

Tonton video 'Erdogan soal Hagia Sophia Jadi Masjid: Kami Memperbaiki Kesalahan!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2