Kasus Corona di Kota Wisata Vietnam Terus Bertambah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 08:53 WIB
Hingga kini, Vietnam tidak memiliki satu pun kasus kematian akibat virus Corona. Vietnam pun menjadi sorotan di dunia karena dinilai berhasil tangani Corona.
Ilustrasi (Getty Images/Linh Pham)
Hanoi -

Otoritas Vietnam melaporkan 9 kasus baru virus Corona (COVID-19) terkait kota tujuan wisata Danang yang kini diisolasi. Dengan demikian, total sudah 42 kasus Corona tercatat di kota Danang sejak kemunculan gelombang baru pada akhir pekan lalu.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (30/7/2020), Kementerian Kesehatan Vietnam melaporkan bahwa 9 kasus baru Corona itu semuanya penularan lokal atau penularan di tengah masyarakat. Kasus-kasus baru itu melibatkan 8 orang dari Danang dan satu orang dari ibu kota Hanoi.

Disebutkan Kementerian Kesehatan Vietnam bahwa gelombang baru virus Corona telah menyebar ke enam kota dan provinsi Vietnam hanya dalam enam hari. Sejauh ini, Vietnam mencatat total 459 kasus Corona di wilayahnya, dengan nol kematian.

Lebih dari 81 ribu orang di Vietnam saat ini menjalani karantina. Jumlah ini mengalami penambahan 12 ribu orang sejak Senin (27/7) waktu setempat.

Dengan lebih dari 95 juta jiwa penduduk, Vietnam menjadi negara paling padat penduduknya di dunia yang mencatat nol kematian akibat Corona. Vietnam sudah berbulan-bulan tidak melaporkan kasus penularan lokal di wilayahnya, sebelum akhirnya gelombang baru muncul di Danang.

Kota Danang yang merupakan tujuan wisata di Vietnam diketahui didatangi puluhan ribu turis domestik yang memanfaatkan diskon tiket pesawat dan tawaran paket liburan dari berbagai resort lokal di kota tersebut. Akibat kemunculan kasus baru Corona, otoritas Danang menghentikan sementara seluruh penerbangan dan layanan kereta api demi membatasi penyebaran virus ini.

Pada Rabu (29/7) waktu setempat, otoritas ibu kota Hanoi memerintahkan bar dan pub setempat untuk tutup kembali, dan melarang pertemuan massal. Langkah ini diambil setelah satu kasus baru yang tercatat di Danang, diketahui berasal dari seorang warga Hanoi.

"Kita harus bertindak sekarang dan bertindak cepat. Seluruh pertemuan besar akan dilarang hingga pemberitahuan lebih lanjut," tegas Kepala Otoritas Hanoi, Nguyen Duc Chung, dalam pernyataannya.

"Lebih dari 21 ribu orang yang kembali ke Hanoi dari Danang, akan dipantau secara saksama dan akan menjalani rapid test," imbuhnya.

Tonton video 'Hari Pertama Bolsonaro Kembali Bertugas Lebih Banyak Diam':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)