Round-Up

Kebingungan Trump Usai Bikin Sederet Kontroversi soal Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 06:01 WIB
President Donald Trump, accompanied by Dr. Anthony Fauci, director of the National Institute of Allergy and Infectious Diseases, left, and Vice President Mike Pence, right, speaks during a news conference about the coronavirus in the Rose Garden at the White House, Friday, March 13, 2020, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Anthony Fauci (AP Photo/Alex Brandon)
Jakarta -

Usai menuai banyak kontroversi soal Corona, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bingung mengapa banyak orang tak menerimanya. Padahal, publik banyak yang mematuhi pakar kesehatan AS Anthony Fauci yang bekerja pada Trump.

Sebagaimana diketahui, Trump selama ini banyak menuai kontroversi karena sikapnya terhadap Corona. Dari mulai tuduhannya terhadap China atas mewabahnya virus Corona, sebutan 'Kung Flu' untuk penyakit COVID-19 hingga keengganannya memakai masker.

Kini, seperti dilansir AFP, Rabu (29/7/2020) Trump heran banyak warga yang tidak mempercayai kemampuannya dalam menanganani wabah ini. Padahal, Trump mempekerjakan pakar kesehatan top AS, Anthony Fauci.

Fauci, seorang ahli penyakit menular yang berada di gugus tugas penanganan Corona Gedung Putih, adalah salah satu orang yang paling terpercaya dalam pemerintahan dalam penanganan Corona. Banyak orang Amerika mendengarkan sarannya dan mempraktikkan cara bagaimana melindungi diri mereka dari Corona.

Di sisi lain Trump justru telah menuai kritik atas penanganan pandemi ini. Hal itu menempatkannya dalam bahaya kehilangan suara dalam pemilihan presiden 3 November mendatang saat melawan calon presiden dari partai Demokrat, Joe Biden.

Fauci muncul di sebuah konferensi pers di mana Trump membela dukungannya terhadap obat malaria hydroxychloroquine sebagai obat yang bisa melawan virus Corona. Trump mengatakan dia merasa obat itu bekerja "pada tahap awal."

Sebagian besar ahli kesehatan masyarakat mengatakan hydroxychloroquine tidak boleh digunakan untuk mengobati Corona karena dapat menyebabkan masalah jantung dan lainnya.

Tonton video 'Trump Minta Warga AS Pakai Masker, Jaga Jarak dan Cuci Tangan':

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2