Laut China Selatan Memanas, Kemlu Minta Negara Berkonflik Kurangi Ketegangan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 06:21 WIB
Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah.
Foto: Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah. (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Konflik di Laut China Selatan kembali memanas. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia meminta negara yang bertikai mengurangi ketegangan agar tidak terjadi konflik.

"Kita cermati ketegangan yang ada sekarang, dan berharap negara-negara juga mengurangi, ikut berkontribusi untuk mengurangi ketegangan di kawasan," ucap Plt Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Teuku Faizasyah, saat dihubungi, Selasa (28/7/2020).

Faizasyah menerangkan, Indonesia tidak masuk dalam negara-negara yang berkonflik soal klaim wilayah. Namun, ia menegaskan Indonesia tidak ingin ada konflik di daerah tersebut.

"Sengketa itu kan, klaim wilayah itu China, Malaysia, Vietnam, Brunei, Filipina. Indonesia bukan negara yang memiliki klaim wilayah," ucapnya.

"Kita berharap tidak terjadi konflik," ujarnya.

Diketahui, Selasa pekan lalu, ketika kapal perang HMAS Canberra dan empat kapal perang Australia lainnya melakukan latihan militer di Laut Filipina, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper menyatakan operasi kebebasan pelayaran untuk menantang China akan terus berlanjut.

"Kami ingin melakukan pencegahan terhadap perilaku memaksa yang dilakukan China di Laut Cina Selatan," kata Menhan AS Mark Esper.

"Saya khawatir bila Amerika Serikat dan mitranya fokus saling mendukung dalam masa-masa sulit ini, Partai Komunis China justru terlibat dalam pelanggaran aturan sistematis, paksaan, dan kegiatan merusak lainnya."

Bukannya memperlambat aktivitas China, pandemi COVID-19 justru berdampak memberikan perlindungan bagi militer China dalam mempercepat ekspansi wilayahnya di kawasan itu.

(aik/azr)