ADVERTISEMENT

International Updates

Anwar Ibrahim Kini Sadar Telah Ditipu Mahathir, Konsulat AS di China Ditutup

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 18:03 WIB
Malaysias Prime Minister Mahathir Mohamad (R), politician Anwar Ibrahim (C) and Minister of Home Affairs Muhyiddin Yassin leave after a press conference in Kuala Lumpur on June 1, 2018. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Foto: Mohd RASFAN/AFP
Jakarta -

Politikus terkemuka Malaysia, Anwar Ibrahim, kini menyadari dirinya ditipu oleh mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad saat Mahathir menjanjikan akan menyerahkan jabatan PM Malaysia kepadanya.

Seperti dilansir The Star, Senin (27/7/2020), pengakuan itu disampaikan Anwar, yang merupakan Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), dalam wawancara eksklusif dengan Sin Chew Daily. Dituturkan Anwar bahwa sejak awal, dirinya mempercayai bahwa Mahathir akan memenuhi janji untuk menyerahkan kepemimpinan setelah dua tahun menjabat.

"Kita tidak tahu sebelumnya, tapi sekarang kita tahu," ucap Anwar dalam wawancara tersebut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (27/7/2020):

- Jet Eurofighter yang Dilirik Prabowo Terbelit Dugaan Korupsi di Austria

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tertarik untuk memborong 15 jet Eurofighter Typhoon bekas Austria. Di Austria, pembelian Eurofighter Typhoon itu diwarnai kasus korupsi yang bikin rugi.

Dilansir AFP, DW, BBC, dan Reuters, diakses detikcom pada Senin (27/7/2020), Austria terlibat dalam sengketa hukum dengan konsorsium Eurofighter.

Pada 2003, Austria membeli 15 jet Eurofighter Typhoon itu dengan harga 2 miliar Euro, atau sekitar Rp 19 triliun bila menggunakan kurs pertengahan 2003 silam. Isu-isu tidak sedap mulai tercium setelahnya, dikabarkan sejumlah politikus mendapat kickback (keuntungan tidak sah/suap) dari pembelian pesawat tempur itu.

- Vietnam Evakuasi 80 Ribu Orang dari Danang Gegara 3 Kasus Corona

Otoritas Vietnam mengevakuasi 80 ribu orang, yang kebanyakan turis lokal, dari wilayah Danang di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Evakuasi besar-besaran dilakukan setelah tiga warga Danang dinyatakan positif Corona pada akhir pekan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (27/7/2020), Vietnam sedang dalam kondisi waspada tinggi setelah pemerintah mengonfirmasi kemunculan satu kasus penularan masyarakat pertama sejak April lalu, pada Sabtu (25/7) waktu setempat.

Tiga kasus lainnya dilaporkan di dalam dan sekitar wilayah Danang pada Minggu (26/7) waktu setempat.

- Kamboja Larang Penerbangan dari Indonesia dan Malaysia

Otoritas Kamboja akan melarang sementara seluruh penerbangan dari Malaysia dan Indonesia untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Larangan penerbangan sementara ini akan mulai berlaku efektif sejak 1 Agustus mendatang.

Seperti dilansir The Star, Senin (27/7/2020), dalam pengumuman yang dirilis Sabtu (25/7) waktu setempat, Kementerian Kesehatan Kamboja menyatakan pihaknya melaporkan adanya lonjakan kasus impor (penularan di luar negeri) dalam sepekan terakhir, khususnya dari Malaysia dan Indonesia.

Dari 108 penumpang yang dinyatakan positif Corona setelah tiba di Kamboja via Malaysia dan Indonesia, disebutkan bahwa 55 orang di antaranya menumpang pesawat dari Malaysia.

- Anwar Ibrahim Kini Sadar Ditipu Mahathir Soal Janji Jadi PM Malaysia

Politikus terkemuka Malaysia, Anwar Ibrahim, kini menyadari dirinya ditipu oleh mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad saat Mahathir menjanjikan akan menyerahkan jabatan PM Malaysia kepadanya.

Seperti dilansir The Star, Senin (27/7/2020), pengakuan itu disampaikan Anwar, yang merupakan Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), dalam wawancara eksklusif dengan Sin Chew Daily. Dituturkan Anwar bahwa sejak awal, dirinya mempercayai bahwa Mahathir akan memenuhi janji untuk menyerahkan kepemimpinan setelah dua tahun menjabat.

"Kita tidak tahu sebelumnya, tapi sekarang kita tahu," ucap Anwar dalam wawancara tersebut.

- Resmi Ditutup, Konsulat AS di Chengdu Diambil Alih China

Otoritas China menyatakan pihaknya telah mengambil alih gedung Konsulat Amerika Serikat (AS) di kota Chengdu yang diperintahkan ditutup. Penutupan Konsulat AS ini menjadi balasan dari China atas langkah otoritas AS memerintahkan penutupan Konsulat China di Houston, Texas.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (27/7/2020), Kepolisian Chengdu membatasi akses ke area sekitar gedung Konsulat AS pada Senin (27/7) pagi waktu setempat. Empat personel dengan alat pelindung diri (APD) terlihat berpatroli di luar Konsulat AS pada pukul 10.24 waktu setempat.

Dalam pernyataan via media sosial, Kementerian Luar Negeri China China menyatakan bahwa Konsulat AS di Chengdu resmi ditutup pada Senin (27/7) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Gedung Konsulat itu juga resmi diambil alih oleh otoritas China.

"Pukul 10.00 waktu setempat pada 27 Juli, menurut permintaan pihak China, Konsulat AS di Chengdu ditutup. Setelah itu, otoritas China masuk melalui pintu depan dan mengambil alih," demikian bunyi pernyataan kantor diplomasi publik pada Kementerian Luar Negeri China.

Tonton video 'Anwar Ibrahim: Mahathir Jangan Lewat 'Pintu Belakang'':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT