Yunani Prioritaskan Lansia Saat Vaksin Corona Tersedia

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 04:47 WIB
Greek Health Minister Vassilis Kikilias (2ndL), Governor of Central Macedonia region Apostolos Tzitzikostas (2ndR)  attends during a meeting in Thessaloniki, in the region of Central Macedonia,  on February 26, 2020. - Greece on Februray 26, 2020, reported its first coronavirus case, a woman who had recently travelled to northern Italy. (Photo by Sakis MITROLIDIS / AFP)
Foto: Vassilis Kikilias (dua dari kiri) (AFP/SAKIS MITROLIDIS)
Athena -

Menteri Kesehatan Yunani mengatakan pemerintah akan memprioritaskan vaksin virus Corona kepada kelompok lansia. Kebijakan itu akan diambil apabila vaksin COVID-19 telah tersedia.

"Jika dan ketika vaksin datang, kami akan memprioritaskan mereka yang harus mendapatkan di atas segalanya," kata Kesehatan Yunani Vassilis Kikilias kepada Skai TV seperti dilansir AFP, Sabtu (25/7/2020).

"Siapa itu? Semua warga kita yang sudah lanjut usia, kelompok yang sangat tua, kelompok yang berisiko tinggi. Kita akan melindungi mereka dari bahaya yang ada," imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa vaksin tidak diwajibkan tetapi mereka akan "sangat direkomendasikan".

Yunani sejauh ini mencatat kasus positif COVID-19 sebanyak 4.100 dengan 201 kasus kematian.

Bulan lalu Yunani mulai membuka kembali perbatasan negaranya secara progresif ke negara-negara tertentu. Sementara Yunani mulai mengizinkan penerbangan Eropa ke semua wilayahnya pada 1 Juli lalu.

Pariwisata di Yunani diketahui menyumbang seperempat dari pendapatan negara. Pemerintah juga meyakinkan pengunjung potensial mereka dapat melakukan liburan dengan aman.

Sejauh ini lebih dari 900 ribu orang telah mengunjungi Yunani setelah semua bandara dibuka kembali selama pandemi virus Corona. Hal itu disampaikan oleh Menteri Perlindungan Sipil, Nikos Hardalias minggu ini.


Sejauh ini hampir 300 wisatawan yang telah terkonfirmasi positif Corona. Mayoritas kasus ada di Balkan.

Badan Perlindungan Sipil Yunani pada Sabtu (25/7) waktu setempat mengumumkan bahwa mulia dari 28 Juli, semua wisatawan yang melakukan perjalanan melalui udara dari Bulgaria dan Rumania harus memiliki bukti negatif COVID-19. Hasil tes ini maksimal 72 jam sebelum perjalanan dilakukan.

(lir/lir)