Round-Up

Pembuktian Supremasi di Tengah Misi ke Mars China dan AS

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 07:01 WIB
This photo taken on July 17, 2020 shows a Long March 5 rocket being transferred before a planned launch in Wenchang in Chinas southern Hainan province. - After sending humans into orbit and landing a probe on the Moon, China is aiming for another milestone in its space ambitions with the launch of a Mars rover between July 20 and 25. (Photo by STR / AFP) / China OUT
Foto: Misi ruang angkasa China (AFP/STR)
Beijing -

China meluncurkan misi perjalanan menuju planet Mars pada hari Kamis (23/7/2020). Misi ini merupakan upaya pembuktian supremasi China atas AS di ruang angkasa.

Seperti dilansir AFP, Kamis (23/7) kedua negara mengambil keuntungan dari periode ketika Bumi dan Mars disejajarkan dengan baik untuk perjalanan singkat. Pesawat ruang angkasa AS akan lepas landas pada 30 Juli.

Misi perjalanan China ini bernama Tianwen-1 ("Pertanyaan ke Surga") - sebuah penggalan puisi klasik tentang kosmos.

Para insinyur dan karyawan lainnya bersorak di lokasi peluncuran di pulau selatan Hainan, ketika misi perjalanan diluncurkan ke langit di atas Long March 5 - roket ruang angkasa terbesar di China.

Komandan situs Zhang Xueyu menyatakan misi tersebut berhasil. Tianwen-1 seberat lima ton itu diharapkan tiba di Mars pada Februari 2021 setelah tujuh bulan, 55 juta kilometer (34 juta mil) perjalanan.

Misi tersebut mencakup pengorbit Mars, pendarat, dan penjelajah yang akan mempelajari tanah planet ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2