Round-Up

Pembuktian Supremasi di Tengah Misi ke Mars China dan AS

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 07:01 WIB
This photo taken on July 17, 2020 shows a Long March 5 rocket being transferred before a planned launch in Wenchang in Chinas southern Hainan province. - After sending humans into orbit and landing a probe on the Moon, China is aiming for another milestone in its space ambitions with the launch of a Mars rover between July 20 and 25. (Photo by STR / AFP) / China OUT
Foto: Misi ruang angkasa China (AFP/STR)

"Sebagai percobaan pertama untuk China, saya tidak berharap untuk melakukan sesuatu yang signifikan di luar apa yang telah dilakukan AS," kata Jonathan McDowell, seorang astronom di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian.

Sebelumnya, Uni Emirat Arab meluncurkan misi penyelidikan pada hari Senin (20/7) yang akan mengorbit Mars setelah mencapai Planet Merah.

Tetapi persaingan ini terjadi antara Amerika Serikat dan China. China telah bekerja keras untuk mencoba dan menyamai supremasi Washington di ruang angkasa.

NASA, badan antariksa Amerika, telah mengirim empat penjelajah ke Mars sejak akhir 1990-an.

Yang berikutnya, Perseverance, adalah kendaraan berukuran SUV yang akan mencari tanda-tanda kehidupan mikroba purba, dan mengumpulkan sampel batuan dan tanah dengan tujuan membawa mereka kembali ke Bumi dalam misi lain pada tahun 2031.

Tianwen-1 "secara umum sebanding dengan Viking dalam cakupan dan ambisinya", kata McDowell, merujuk pada misi pendaratan Mars NASA pada 1975-1976.

Halaman

(rdp/aik)