Pemilik Restoran di Afrika Selatan Protes Adanya Jam Malam Akibat Pandemi

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 01:15 WIB
Afrika Selatan turut terapkan kebijakan lockdown untuk cegah penyebaran Corona. Kebijakan itu diterapkan usai jumlah kasus COVID-19 kian bertambah di negara itu
Usai Ebola, Warga Afrika Berjibaku Lawan Corona (Foto: AP Photo/Jerome Delay)
Jakarta -

Pemilik restoran Afrika Selatan memprotes kebijakan jam malam akibat coronavirus dan larangan alkohol. Mereka mengatakan kebijakan itu merusak tempat usahanya.

Pesiden Cyril Ramaphosa memberlakukan kuncian sejak bulan Maret, membatasi gerakan dan pertemuan. Lalu, dia melonggarkan beberapa batasan pada bulan Juni, memungkinkan restoran untuk membuka kembali, awalnya untuk take-out dan kemudian untuk makan malam.

Namun minggu lalu, ketika jumlah kasus melonjak, dia kembali memberlakukan jam malam yang dimulai pukul 19.00 GMT, dan melarang lagi penjualan alkohol.

"Apa yang sudah dilakukan pemerintah adalah menutup lutut," Sean Barber, pendiri rantai restoran Rockets, seperti dilansir dari AFP, Kamis (23/7/2020).

"Ini benar-benar menghapus perdagangan makan malam kami. Ini menghancurkan industri kami," katanya.

Mereka sambil membawa poster dengan tulisan "#JobsSaveLives", pelayan berusia 32 tahun Divine Moyo berkomentar "buka kita, tapi normal bukan itu masalahnya".

Banyak pelanggan masih skeptis tentang makan di luar, tetapi tindakan kuncian telah menambah kesengsaraan restoran.

"Baru saja sepi. Aku akan tidur lapar, keluargaku sedang berjuang," keluh Moyo.

CEO Asosiasi Restoran Afrika Selatan, Wendy Alberts, mengatakan hampir sepertiga restoran telah tutup sejak dimulainya penguncian dan semakin banyak penutupan yang menjulang.

Anggota-anggotanya menginginkan pemerintah untuk segera mempertimbangkan "mencabut larangan minuman keras, setelah jam malam dicabut", di antara tuntutan lainnya.

"Kami ingin mereka (pemerintah) mempertimbangkan untuk memberi kami satu atau dua gelas anggur dengan makanan utama yang dipesan. Kami ingin mereka mengambil jam malam, (dan) untuk memungkinkan kami membiarkan bisnis kami bertahan," kata Jo-Ann Hinis, salah satu pemilik Espresso cafe and bistro di Johannesburg.

(eva/eva)