Round-Up

Kecaman Keras Palestina Gegara Dihilangkan dari Peta Dunia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 07:30 WIB
Sejumlah warga Palestina turun ke jalan untuk tolak rencana aneksasi Israel di Tepi Barat. Dalam aksi itu demonstran membawa poster hingga bendera Palestina.
Foto: Palestina (AP Photo)
Ramallah -

Palestina mendadak hilang dari peta online dunia. Otoritas Palestina pun mengeluarkan kecaman keras kepada Google dan Apple yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) atas hal ini.

Seperti dilansir Gulf News, Senin (20/7/2020), laporan kantor berita Palestinian News Agency (WFA) menyebut para pengguna Twitter meluncurkan kampanye terhadap Google dan Apple dengan tagar #FreePalestine karena mengabaikan fakta historis soal isu Palestina.

Menteri Luar Negeri dan Emigrasi Palestina, Riyad Al Maliki, menyatakan dirinya telah mengirimkan kecaman keras kepada manajemen Google dan Apple untuk memprotes penghapusan Palestina dari peta. Al Maliki menuduh kedua perusahaan itu menyerah pada 'tekanan dan pemerasan' Israel.

"Menghapus nama negara Palestina dalam peta dari dua perusahaan itu mengarah pada pelanggaran hukum internasional dan tunduk pada tekanan dan pemerasan Israel, dan jika mereka tidak menariknya kembali, kami akan mengajukan gugatan hukum kepada mereka," tutur Al Maliki kepada radio nasional Palestina.

Dia melanjutkan bahwa upaya sedang dilakukan untuk menentukan badan hukum internasional yang akan didekati, untuk mengajukan gugatan terhadap dua perusahaan itu. Ditegaskan Al Maliki bahwa akan mudah untuk mengadili para pejabat dua perusahaan itu jika mereka bersikeras melanggar hukum internasional.

Terlepas dari rencana gugatan itu, Gulf News menyebut bahwa Google dan Apple tidak pernah menampilkan label Palestina dalam peta online mereka. Pencarian untuk Palestina pada Google Maps dan Apple Maps secara garis besar menunjukkan Jalur Gaza dan Tepi Barat, namun tidak ada label untuk Palestina.

Klaim bahwa Palestina dihapus dari Google Maps dan Apple Maps mencuat dari postingan Instagram yang viral dari seorang pengguna dengan nama profil 'Astagfirvlah' pada Rabu (15/7) pekan lalu. Postingan itu menuduh Google dan Apple 'secara resmi menghapus' Palestina dari peta online mereka.

Selanjutnya
Halaman
1 2