Kanker Hati Kambuh, Hakim Agung AS Jalani Kemoterapi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 01:24 WIB
(FILES) In this file photo taken on May 21, 2018 US Supreme Court Justice Ruth Bader Ginsburg speaks after receiving the American Law Institutes Henry J. Friendly Medal in Washington, DC,. - Bader Ginsburg said on July 17, 2020, that she is undergoing chemotherapy for a recurrence of cancer. Ginsburg, 87, one of four liberal justices on the nine-member court, said she plans to remain on the bench as long as I can do the job full steam. (Photo by JIM WATSON / AFP)
Foto: Ruth Bader Ginsburg (AFP/JIM WATSON)
Washington -

Hakim Agung Amerika Serikat (AS), Ruth Bader Ginsburg mengungkapkan bahwa dirinya sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dia mengatakan sedang melakukan kemoterapi karena kanker hati yang diidapnya kambuh.

Dilansir AFP Sabtu (18/7/2020), pria yang berusia 87 tahun itu mengatakan dia akan tetap bertugas di pengadilan "selama saya bisa melakukan pekerjaan dengan penuh semangat".

"Saya tetap sepenuhnya bisa melakukan itu," kata Ginsburg dalam sebuah pernyataan.

Ginsburg mengatakan program imunoterapi untuk membersihkan sisa lesi pada hatinya tidak berhasil. Namun kemoterapi yang dijalaninya "menunjukkan hasil positif".

Ginsburg mengatakan biopsi pada Februari menimbulkan lesi pada hatinya dan dia mulai melakukan imunoterapi pada Mei. Namun upaya itu tidak berhasil, kemudian dia memulai untuk kemoterapi.

"Hasil ct scan terbaru saya pada 7 Juli menunjukkan pengurangan yang signifikan dari lesi hati dan tidak ada penyakit baru," kata Ginsburg.

Kesehatan hakim liberal ini diawasi ketat ketika pemerintah Donald Trump mencari peluang untuk mengubah pengadilan ke arah yang lebih konservatif. Di mana upaya itu berpotensi akan mengubah hukum di AS dan kebijakan sosial selama beberapa dekade.

Ginsburg diketahui masih berpegang teguh pada jabatannya meski usianya sudah tua. Dia menyadari bahwa ketika dia tak lagi menjabat, bisa mengubah lanskap peradilan AS.

(lir/lir)