Kasus Corona Meningkat, Warga Barcelona Diminta Tinggal di Rumah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 00:18 WIB
Kota Barcelona
Ilustrasi (Kota Barcelona Foto: (iStock)
Barcelona -

Otoritas setempat meminta penduduk di Catalonia, Barcelona untuk tetap tinggal di rumah. Kebijakan itu diambil karena kasus Corona (COVID-19) meningkat.

Dilansir Reuters, Jumat (17/7/2020) seruan untuk tinggal di rumah itu kembali diberlakukan semenjak Spanyol melonggarkan lockdown bulan lalu. Pertemuan lebih dari 10 orang juga dilarang.

Pemerintah setempat juga meminta penduduk Barcelona, Segria dan Noguera untuk berbelanja secara online. Mereka disarankan untuk meninggalkan rumah apabila pergi bekerja, berobat ke dokter atau melakukan kegiatan penting lainnya.

"Kami menyarankan agar orang tidak berpindah tempat jika tidak benar-benar diperlukan," kata Kepala Kesehatan Catalonia, Alba Verges dalam keterangan persnya. Dia menambahkan bahwa sebagian besar kasus infeksi baru berasal dari pertemuan keluarga dan teman.

"Penting untuk menghargai imbauan ini, ini adalah cara terbaik untuk menghindari lockdown. Tidak ada yang menginginkan dikurung di rumah secara penuh," kata Verges.

Sementara untuk acara olahraga dan kebudayaan juga akan dibatasi. Museum akan tetap dibuka di Barcelona.

Bar dan restoran juga tetap beroperasi, namun pengunjung dibatasi hanya setengah dari kapasitas. Mereka juga diminta untuk menjaga jarak minimal 2 meter antar meja.

Catalonia dan sekitarnya diketahui kembali melaporkan peningkatan kasus Corona. Otoritas setempat melaporkan kasus infeksi harian paling tingi dalam dua bulan terakhir pada Kamis (16/7) waktu setempat dengan 580 kasus baru Corona.

(lir/lir)