Mati-matian Lawan Corona, Tenaga Medis di Spanyol Tuntut Haknya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 15:25 WIB
Tenaga medis di Spanyol menuntut haknya usai berjuang lawan Corona (AFP Photo)
Foto: Tenaga medis di Spanyol menuntut haknya usai berjuang lawan Corona (AFP Photo)
Madrid -

Pemerintah Spanyol memuji para tenaga medis yang telah berjuang mati-matian melawan pandemi virus Corona. Namun, ketika kasus mulai turun, banyak tenaga medis dibiarkan tertekan dan trauma oleh pengalaman menangani Corona. Banyak pula yang masa depan kariernya tidak jelas.

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/7/2020) dengan 36,3 persen pekerja layanan kesehatan publik tanpa kontrak permanen, menurut sebuah survei, demonstrasi untuk menuntut perubahan semakin meningkat.

"Kita harus mengakhiri sistem kesehatan beranggaran rendah ini," kata Patricia Calvo, seorang dokter berusia 40 tahun, yang membuat alat pelindung sendiri dari kantong sampah saat menangani Corona.

"Saya menyelesaikan spesialis saya pada 2010, tetapi saya masih dalam kontrak sementara," kata seorang dokter dari kota selatan Granada di mana rekan kerjanya, 14 petugas medis lainnya berada dalam situasi yang sama.

"Ada wabah besar di pusat medis kami, orang-orang meninggal dan (pada awalnya) kami harus menangani semuanya sendiri," lanjutnya.

Sementara itu, Elena Barci, seorang perawat berusia 39 tahun di Madrid, mengatakan dia telah bekerja selama 12 tahun dengan "kontrak kasar".

Ketika virus itu menyerang, menelan korban lebih dari 28.400 jiwa, Calvo dan suaminya, yang juga seorang dokter, menghabiskan waktu berbulan-bulan tanpa memeluk anak-anak mereka karena takut menularkan virus.

Selanjutnya
Halaman
1 2