Sebuah buku memoar baru tentang Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ditulis oleh keponakannya, terjual hampir satu juta eksemplar pada hari pertama penjualan di Amerika Serikat. Buku ini menuai kontroversi karena mengungkap aib Trump.
Seperti dilansir AFP, Jumat (17/7/2020) buku memoar berjudul 'Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man' karya Mary Trump itu disebut sebagai penggambaran pertama tentang presiden AS yang tidak menyenangkan, yang ditulis oleh orang dalam keluarganya sendiri.
Mary--seorang psikolog yang ayahnya adalah saudara laki-laki tertua ayah Donald Trump, Trump Fred--menuduh Trump penuh kesombongan dan ketidaktahuan. Mary menyebut Trump sudah memenuhi kriteria klinis untuk menjadi seorang narsistik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun kontroversial, penerbitnya melaporkan bahwa buku ini terjual 950.000 eksemplar pada Selasa (14/7) lalu, termasuk pre-order serta versi audio dan digitalnya. Penjualan buku ini "adalah rekor perusahaan" untuk rumah penerbitan Simon & Schuster.
Gedung Putih telah mengecam memoar itu sebagai "buku kepalsuan". Adik laki-laki presiden, Robert Trump membawa kasus ini ke pengadilan untuk mencoba memblokir penerbitan buku ini, dengan alasan bahwa Mary melanggar perjanjian tanpa pengungkapan yang ditandatangani pada tahun 2001 setelah penyelesaian warisan kakeknya, tetapi tidak berhasil.
Simon & Schuster telah menerima lebih banyak pesanan buku yang harus dicetak, yang jumlahnya akan mencapai 1,15 juta buku untuk pasar Amerika saja. Buku ini juga bertengger di posisi puncak penjualan Amazon di Kanada dan Australia.