Sopir di China Sengaja Tabrakkan Bus Usai Tahu Rumahnya Dihancurkan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 15:51 WIB
Rescuers work after a bus plunged into a lake in Anshun in Chinas southwestern Guizhou province on July 7.
Bus terjun ke waduk di China (STR/AFP via Getty Images)
Beijing -

Penyidik menemukan fakta baru terkait insiden jatuhnya sebuah bus ke waduk di China yang menewaskan 21 orang, pekan lalu. Hasil penyelidikan menunjukkan sang sopir sengaja menabrakkan bus yang dikemudikannya ke pembatas jalan hingga bus terjun ke waduk.

Seperti dilansir CNN, Selasa (14/7/2020), insiden yang terjadi di kota Anshun, Provinsi Guizhou, pada 7 Juli lalu ini menewaskan 21 orang dan melukai 15 orang lainnya. Bus yang penuh penumpang itu menerobos lima lajur jalan hingga menabrak pembatas dan terjun ke dalam waduk sampe tenggelam separuhnya.

Terdapat 12 siswa di dalam bus tersebut, dengan lima siswa di antaranya tewas. Beberapa siswa diketahui hendak mengikuti ujian masuk universitas.

Sopir bus tersebut yang disebut bermarga Zhang, ikut tewas dalam kecelakaan itu. Motif Zhang yang diketahui sengaja menabrakkan bus tersebut diketahui usai penyelidikan dilakukan. Hasil penyelidikan menyebut insiden itu terjadi beberapa jam setelah Zhang mengetahui rumahnya dihancurkan.

"Zhang merasa tidak puas dengan hidupnya dan dengan penghancuran rumah sewaannya. Demi menarik perhatian, dia melakukan tindak kriminal ekstrem," sebut Kepolisian Anshun dalam pernyataannya.

Menurut polisi setempat, Zhang biasanya memulai shift kerja pada siang hari. Namun pada 7 Juli, dia meminta tolong kepada sopir lainnya agar dia bisa mulai kerja lebih awal. Sesaat setelah pukul 09.00 waktu setempat, Zhang membeli baijiu -- minuman beralkohol China yang kuat -- dan menuangkannya ke dalam botol plastik. Beberapa jam kemudian, atau sesaat sebelum kecelakaan, Zhang mengirim pesan suara kepada kekasihnya yang isinya meluapkan kekhawatirannya.

Sesaat sebelum bus yang dikemudikannya terjun ke dalam waduk, Zhang terlihat minum dari botol plastik yang dibawanya. Setidaknya 200 ml baijiu ditemukan polisi di dekat lokasi insiden tersebut.

Laporan media nasional China Daily menyebut Zhang mendapatkan properti rental saat dia bekerja di pabrik mesin diesel di distrik Xixiu, Anshun. Namun menurut polisi, Zhang tidak tinggal di rumah itu untuk beberapa waktu.

Zhang mengetahui bahwa rumah sewaan itu telah ditandai untuk dihancurkan sebagai bagian dari 'proyek rekonstruksi kota kumuh'. Dia mendaftar untuk mendapat kompensasi dan rumah baru, namun saat dia ditawari US$ 10.360 untuk rumahnya, Zhang tidak mengklaimnya dan menolak tawaran akomodasi baru. Pada hari kejadian, Zhang mengetahui bahwa rumahnya telah dihancurkan, sehingga dia menjadi gelandangan.

(nvc/ita)