Geser Italia, Meksiko Catat Kematian Akibat Corona Tertinggi ke-4 Dunia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 09:06 WIB
A hospital worker calls out a name from the gate, as relatives of hospitalized patients wait outside in hopes of receiving news of their loved ones, at a public hospital in the Iztapalapa district of Mexico City, Tuesday, May 5, 2020. Iztapalapa has the most confirmed cases of the new coronavirus within Mexicos densely populated capital, itself one of the hardest hit areas of the country with thousands of confirmed cases and around 500 deaths.(AP Photo/Rebecca Blackwell)
Ilustrasi -- Seorang staf rumah di Mexico City memanggil kerabat pasien yang menunggu di luar rumah sakit menantikan kabar orang tercinta mereka yang terinfeksi virus Corona (AP/Rebecca Blackwell)
Mexico City -

Otoritas Meksiko melaporkan bahwa total kematian akibat virus Corona (COVID-19) di wilayahnya kini telah melampaui 35 ribu orang. Dengan angka ini, Meksiko menggeser Italia sebagai negara keempat dengan total kematian akibat Corona tertinggi di dunia.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (13/7/2020), otoritas Meksiko kembali melaporkan tambahan kasus dan tambahan kematian akibat Corona di wilayahnya pada Minggu (12/7) waktu setempat. Dilaporkan setidaknya ada 4.482 kasus baru dan 276 tambahan kematian dalam sehari di Meksiko.

"Ada 299.750 kasus penularan (virus Corona) yang terkonfirmasi dan 35.006 kematian di Meksiko," tutur sejumlah pejabat kesehatan Meksiko melalui akun Twitter kepresidenan Meksiko.

Diketahui bahwa total kematian akibat pandemi Corona di Italia sejauh ini mencapai 34.954 orang, dengan total 243.061 kasus Corona terkonfirmasi di negara tersebut.

Kini, dengan 35.006 kematian, Meksiko menempati peringkat empat sebagai negara dengan total kematian terbanyak akibat Corona di dunia, setelah Amerika Serikat (AS), Brasil, dan Inggris.

Sementara Italia mulai tampak bisa mengendalikan penyebaran virus Corona, laju penularan pandemi Corona di Meksiko hanya menunjukkan sedikit pertanda mereda. Pemerintahan Meksiko menghadapi kritikan karena membuka perekonomian terlalu tergesa-gesa.

Bahkan dalam pernyataannya pada Minggu (12/7) waktu setempat, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menyebut pandemi Corona mengalami 'penurunan intensitas' di Meksiko dan menyalahkan 'media konservatif' karena memicu kekhawatiran.

Presiden Lopez Obrador menyatakan dirinya telah mendapat penjelasan dalam sepekan terakhir dan merasa optimis. "Laporannya positif, bagus. Kesimpulannya adalah pandemi menurun, bahwa pandemi kehilangan intensitasnya," ucapnya.

Tonton video 'Duh! Pengunjung Pantai di Brasil Berasa Tak Ada Pandemi':

(nvc/ita)