Sri Lanka Batalkan Kampanye-Tunda Buka Bandara karena Gelombang Baru Corona

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 03:57 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Foto: Edi Wahyono)
Kolombo -

Partai penguasa di Sri Lanka membatalkan kampanye jelang pemilihan anggota parlemen mendatang. Pembukaan kembali bandara internasional juga ditunda karena lonjakan kasus virus Corona.

Dilansir dari AFP, Minggu (12/7/2020), negara berpenduduk 21 juta orang itu mencabut lockdown pada akhir Juni lalu setelah dinyatakan taka da lagi penyebaran virus Corona di masyarakat. Namun, sejumlah kasus baru kembali muncul minggu lalu, termasuk 253 orang di pusat rehabilitasi obat yang dinyatakan positif Corona dalam semalam.

"Semua pertemuan publik di mana Presiden dan Perdana Menteri akan hadir hari ini, besok, dan lusa telah dibatalkan," kata Presiden Gotabaya Rajapaksa dari partai Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP) dalam sebuah pernyataan. Kakak Rajapaksa, Mahinda, adalah Perdana Menteri Negara tersebut.

Partai itu mengatakan semua kandidat mereka juga diminta untuk membatalkan pertemuan publik yang akan datang menjelang pemilihan pada 5 Agustus 2020.

Pemilu Sri Lanka sedianya digelar pada 25 April 2020, namun dua kali ditunda. Pemilu dijadwalkan ulang pada bulan Agustus mendatang.

Sri Lanka melaporkan 2.605 kasus virus Corona. Sebanyak 11 orang di negara itu meninggal dunia akibat virus Corona.

Sementara itu, Menteri Penerbangan Sri Lanka Prasanna Ranatunga mengatakan bandara internasional yang sedianya akan dibuka kembali pada 1 Agutus akan tetap ditutup. Program repatriasi yang telah memulangkan 12.000 warga Sri Lanka dari luar negeri juga akan ditangguhkan.

"Kami telah memutuskan demi kepentingan keselamatan dan kesejahteraan warga kami untuk menunda pembukaan kembali bandara," ujar Ranatunga.

(azr/azr)