Anak Tewas Usai Ditinggal di Rumah Seminggu, Wanita Jepang Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 18:05 WIB
Ilustrasi tantrum pada balita
Ilustrasi (Thinkstock)
Tokyo -

Seorang wanita di Tokyo, Jepang, ditangkap karena menelantarkan anaknya yang berusia 3 tahun di rumah selama lebih dari sepekan. Akibat kelalaiannya itu, sang anak meninggal akibat kelaparan.

Seperti dilansir Japan Times, Jumat (10/7/2020), Saki Kakehashi (24) mengakui semua tuduhan yang dijeratkan terhadapnya. Polisi setempat meyakini Kakehashi secara rutin menelantarkan dan menganiaya putrinya, Noa, yang barus berusia 3 tahun.

Kakehashi ditangkap polisi pada Selasa (7/7) waktu setempat. Seorang temannya, yang tidak disebut namanya, menuturkan kepada polisi bahwa Kakehashi kerap menelantarkan putrinya sendirian di apartemen mereka di Tokyo.

"Dia pergi meninggalkan rumah selama beberapa hari atau baru pulang larut malam, meninggalkan putrinya tak terurus," sebut sumber penyidik setempat.

Hasil autopsi terhadap jenazah Noa menunjukkan balita itu meninggal akibat dehidrasi parah dan kelaparan. Menurut sumber penyidik tersebut, Kakehashi diduga meninggalkan putrinya sendirian di apartemen selama 8 hari pada awal Juni saat dia mengunjungi kekasihnya di Prefektur Kagoshima.

Kepada para penyidik, Kakehashi menyatakan tidak menduga Noa akan meninggal karena dia pikir 'itu akan baik-baik saja' untuk meninggalkan seorang balita sendirian di dalam apartemen mereka di Ota, Tokyo. Kakehashi tinggal berdua dengan putrinya di apartemen itu sejak Juli 2017, usai dia bercerai dari ayah Noa.

Begitu dia pulang dari kunjungannya ke Kagoshima dan tiba di apartemennya pada 13 Juni, Kakehashi menghubungi layanan darurat dan melaporkan putrinya tidak bernapas. Noa dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Menurut sumber penyidik setempat, Noa mengalami thymic atrophy, yang biasanya terjadi pada anak-anak yang dianiaya atau ditelantarkan, dan perutnya dalam kondisi nyaris kosong. Noa juga menderita ruam di bokongnya karena popoknya tidak diganti dalam jangka waktu lama. Terdapat banyak sampah yang berserakan di dalam apartemen yang ditinggali Kakehashi dan putrinya itu.

Saat diinterogasi, Kakehashi awalnya menyebut putrinya jatuh sakit selama beberapa hari sebelum meninggal dan dia tidak punya uang untuk membawanya ke rumah sakit.

(nvc/ita)