Aset Pejabatnya Dibekukan AS, China Ancam Membalas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 16:59 WIB
Pemerintah China dikabarkan ambil sejumlah langkah untuk tekan jumlah populasi etnis Uighur. Mulai dari memaksa wanita Uighur gunakan kontrasepsi hingga aborsi.
Foto: AS beri sanksi kepada politikus China dan pejabatnya atas pelanggaran HAM etnis Uighur (AP Photo)
Beijing -

Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi pembekuan aset terhadap politisi di Xinjiang, China, yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) etnis Uighur. China memberikan respons keras terkait hal ini.

Seperti dilansir AFP, Jumat (10/7/2020) tanggapan China muncul usai AS mengumumkan larangan visa dan pembekuan aset pada tiga pejabat Partai Komunis China, termasuk Chen Quanquo, ketua Partai Komunis China di Xinjiang, sekaligus arsitek kebijakan garis keras China terhadap Uighur.

"Tindakan AS secara serius mencampuri urusan dalam negeri China, secara serius melanggar norma dasar hubungan internasional, dan secara serius merusak hubungan Cina-AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian dalam konferensi, Jumat (10/7).

"Menanggapi tindakan yang keliru dari AS, China telah memutuskan untuk memberlakukan tindakan timbal balik terhadap institusi AS yang terkait dan individu yang berperilaku buruk pada masalah yang terkait dengan Xinjiang," kata Zhao tanpa memberikan rincian soal sanksi.

Para saksi dan kelompok HAM mengatakan bahwa China telah mengumpulkan lebih dari satu juta warga Uighur dan Muslim Turki lainnya di Xinjiang dalam kampanye pencucian otak yang bertujuan untuk menyeragamkan minoritas secara paksa ke dalam mayoritas Han di negara itu.

Sebelumnya, seperti dilansir BBC, Jumat (10/7) AS menuding China melakukan penahanan massal, persekusi agama dan sterilisasi paksa terhadap Muslim Uighur.

Tonton video 'China Bikin Karikatur Donald Trump Bawa AS Mundur dari WHO':

Selanjutnya
Halaman
1 2