China Ingatkan Wabah Pneumonia di Kazakhstan Lebih Mematikan dari Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 14:34 WIB
A healthcare worker gives a Covid-19 test to a medical staff near Halyk Arena in Almaty, on July 5, 2020 as Kazakhstan imposed a second round of nationwide restrictions to counter a huge surge in coronavirus cases since the previous lockdown that has overwhelmed the oil-rich countrys healthcare system. - Shopping centres, gyms, swimming pools, hairdressers and beauty salons have all shut their doors for a fresh lockdown of two weeks that authorities may choose to extend. (Photo by Ruslan PRYANIKOV / AFP)
Wabah pneumonia di Kazakhstan disebut lebih mematikan dari virus Corona (AFP/RUSLAN PRYANIKOV)
Nur-Sultan -

Kedutaan Besar (Kedubes) China di Kazakhstan memperingatkan warganya untuk mewaspadai wabah pneumonia di negara itu, yang disebut jauh lebih mematikan dari virus Corona (COVID-19) yang kini merajalela secara global.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/7/2020), peringatan itu disampaikan Kedubes China di Kazakhstan melalui akun WeChat resmi mereka pada Kamis (9/7) malam waktu setempat. Peringatan itu ditujukan bagi warga China yang tinggal di Kazakhstan.

Disebutkan dalam peringatan itu bahwa ada 'kenaikan signifikan' kasus-kasus pneumonia di kota-kota seperti Atyrau, Aktobe dan Symkent sejak pertengahan Juni.

Pernyataan Kedubes China menyebut bahwa wabah pneumonia di Kazakhstan telah menewaskan 1.772 orang sepanjang paruh pertama tahun 2020 ini, dengan 628 kematian terjadi sepanjang bulan Juni saja. Terdapat beberapa warga negara China yang meninggal akibat wabah pneumonia di Kazakhstan.

"Angka kematian penyakit ini jauh lebih tinggi daripada pneumonia yang disebabkan novel coronavirus (virus Corona-red)," demikian bunyi peringatan dari Kedubes China di Kazakhstan.

Masih belum diketahui secara jelas apakah wabah pneumonia di Kazakhstan ini disebabkan oleh virus yang berkaitan dengan virus Corona atau jenis yang berbeda. Menurut Kedubes China, Kementerian Kesehatan Kazakhstan dan institusi kesehatan lainnya di negara tersebut sedang melakukan 'studi komparatif' saat ini, namun belum ada kesimpulan yang dicapai.

Menurut laporan Kazinform, kantor berita Kazakhstan, pada Selasa (7/7) waktu setempat, total kasus pneumonia di negara ini 'meningkat 2,2 kali lipat dalam bulan Juni jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019'.

Global Times, surat kabar China yang dikelola corong pemerintah, People's Daily, melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Kazakhstan 'tidak merespons pertanyaan soal peringatan dari Kedutaan China'.

Diketahui bahwa Kazakhstan sejauh ini melaporkan lebih dari 50 ribu kasus Corona, termasuk 264 kematian. Laporan Kazinform pada Kamis (9/7) waktu setempat menyebut otoritas Kazakhstan melaporkan 1.962 kasus Corona dalam sehari. Secara global, lebih dari 12,2 juta orang di berbagai negara terinfeksi Corona, dengan lebih dari 554 ribu orang meninggal dunia.

(nvc/ita)