Round-Up

Fakta Baru Detik-detik Terakhir Hidup George Floyd

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 21:33 WIB
Mural bergambar George Floyd hiasi berbagai negara dunia. Diketahui, kematian George Floyd jadi momentum untuk menyuarakan penghapusan diskriminasi dan rasisme.
Foto: Ilustrasi mural George Floyd (Getty Images)

Saat diamankan polisi, menurut transkrip percakapan, Floyd mengatakan 'Saya tidak bisa bernapas' sebanyak lebih dari 20 kali. Polisi yang mengamankannya terdengar memberitahu Floyd untuk 'rileks' dan bahwa dia 'baik-baik saja' dan 'bisa bicara dengan baik'.

Pada satu momen, saat Floyd bersikeras menyebut polisi akan membunuh dirinya, polisi yang menjadi terdakwa utama dalam kasus pembunuhan ini, Derek Chauvin, berteriak: "Kalau begitu berhenti bicara, berhenti berteriak, butuh banyak oksigen untuk bicara."

Menurut transkrip tersebut, kata-kata terakhir Floyd adalah: "Mereka akan membunuh saya. Mereka akan membunuh saya. Saya tidak bernapas."

Transkrip itu diserahkan Lane ke pengadilan agar dakwaan yang dijeratkan kepadanya digugurkan hakim. Diketahui bahwa Lane bersama dua polisi lainnya, Tou Thao dan Alexander Kueng, didakwa bersekongkol dan membantu terdakwa utama, Chauvin, dalam pembunuhan Floyd.

Chauvin sendiri didakwa atas pembunuhan tingkat kedua dan tingkat ketiga. Keempatnya terancam hukuman maksimum 40 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Halaman

(rdp/lir)