International Updates

AS Mulai Proses Keluar WHO, Kim Jong-Un Diminta Ganti Rugi Tahanan Perang

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 18:07 WIB
Dirjen WHO Tedros Adhanom dan Presiden AS Donald Trump (sumber: kolase foto dari AP dan AFP)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Presiden AS Donald Trump (Sumber: AP dan AFP)

- AS Resmi Memulai Proses Keluar dari WHO, Baru Akan Efektif Juli 2021

Amerika Serikat (AS) secara resmi memulai proses keluarnya negara ini dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintahan Presiden Donald Trump baru saja memberitahu Kongres AS dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) soal penarikan diri secara resmi dari WHO.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Rabu (8/7/2020), seorang juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dan seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa AS telah memberitahu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, bahwa AS akan secara efektif keluar dari WHO pada tahun depan.

"Pemberitahuan penarikan diri Amerika Serikat, efektif pada 6 Juli 2021, telah diserahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB, yang merupakan depository untuk WHO," sebut seorang pejabat Deplu AS yang enggan disebut namanya.

- Trump Komentari Pencalonan Kanye West Jadi Presiden AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari pengumuman yang disampaikan rapper ternama AS, Kanye West, soal dirinya mencalonkan diri menjadi Presiden AS. Trump menyebut pencalonan West itu 'sangat menarik'.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/7/2020), West (43) diketahui pernah menyatakan dukungan untuk Trump di masa lalu dan pernah bertemu Trump di Gedung Putih tahun 2018 lalu. Dalam pengumumannya saat hari kemerdekaan AS pada 4 Juli lalu, West mengklaim dirinya akan maju menantang Trump.

"Ini sangat menarik," ucap Trump dalam tanggapannya soal pengumuman West mencalonkan diri jadi Presiden AS.

Namun lebih lanjut, Trump menyebut West mungkin sedikit terlambat untuk mencalonkan diri untuk pemilihan presiden (pilpres) tahun 2020 ini. Trump menyebut kesempatan West untuk mencalonkan diri telah tertutup karena tahapan kampanye telah dimulai sejak awal tahun ini.

- Pengadilan Korsel Perintahkan Kim Jong-Un Bayar Ganti Rugi 2 Tahanan Perang

Sebuah pengadilan Korea Selatan (Korsel) memerintahkan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un untuk membayarkan kompensasi kepada dua mantan tahanan perang yang bertahun-tahun dijadikan pekerja paksa di Korut. Putusan lintas yurisdiksi semacam ini merupakan yang pertama dijatuhkan oleh Korsel.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/7/2020), dua tahanan perang yang disebut bermarga Han (87) dan Ro (90) itu ditangkap saat Perang Korea tahun 1950-1953 silam, namun tidak dipulangkan kembali ke Korsel bahkan setelah gencatan senjata disepakati.

Keduanya mengajukan gugatan hukuman tahun 2016, dengan argumen mereka telah menderita 'kerusakan mental dan fisik yang sangat besar' di Korut.

Dituturkan juru bicara Pengadilan Distrik Seoul Pusat kepada AFP bahwa dalam putusan pada Selasa (7/7) waktu setempat, memerintahkan otoritas Korut dan Kim Jong-Un untuk membayar kompensasi masing-masing sebesar 21 juta Won atau setara Rp 253 juta kepada kedua penggugat.

Halaman

(nvc/nvc)