Peru Catat Total 302.718 Kasus Corona, Tertinggi Kelima di Dunia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 19:02 WIB
A doctor pushes a COVID-19 patient in a wheelchair in the emergency area of the Guillermo Almenara hospital in Lima, Peru, Friday, May 22, 2020. Despite strict measures to control the virus, this South American nation of 32 million has become one of the countries worst hit by the disease. (AP Photo/Rodrigo Abd)
Seorang dokter di Peru mendorong seorang pasien virus Corona yang duduk di kursi roda (AP Photo/Rodrigo Abd)
Lima -

Total kasus virus Corona (COVID-19) di Peru telah melampaui 300 ribu kasus. Dengan angka ini, Peru menempati peringkat 5 dunia untuk negara dengan total kasus terbanyak di dunia.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/7/2020), negara Amerika Selatan yang berpenduduk nyaris 33 juta jiwa ini secara perlahan tengah membuka kembali perekonomian mereka yang dihantam pandemi Corona. Lockdown yang diberlakukan sejak Maret mulai dilonggarkan. Namun otoritas Peru kesulitan menegakkan karantina nasional yang masih diterapkan untuk membatasi penyebaran virus Corona.

Pada Minggu (5/7) waktu setempat, otoritas Peru mencatat 3.638 kasus baru dalam sehari. Dengan tambahan itu, maka total 302.718 kasus Corona kini terkonfirmasi di Peru.

Angka tersebut tercatat sebagai total kasus Corona terbanyak kelima di dunia setelah Amerika Serikat, Brasil, India, dan Rusia. Di kawasan Amerika Selatan, Peru menempati posisi kedua setelah Brasil sebagai negara dengan total kasus terbanyak.

Data penghitungan Reuters dan Johns Hopkins University (JHU) melaporkan total kematian akibat Corona di Peru kini mencapai 10.589 orang. Total kematian ini merupakan yang tertinggi ke-10 di dunia.

Dengan total kasus melampaui 300 ribu, jumlah kasus harian di Peru sebenarnya cenderung menurun dibandingkan masa puncak pada Mei dan Juni lalu. Namun para pakar kesehatan mengkhawatirkan adanya lonjakan tiba-tiba, mengingat semakin banyaknya warga yang keluar ke jalanan setelah lockdown dilonggarkan.

Diketahui bahwa pemerintahan Presiden Martin Vizcarra melonggarkan pembatasan mulai bulan ini demi membuka ruang bagi perekonomian untuk bertumbuh. Pusat perbelanjaan telah dibuka kembali meskipun masih membatasi jumlah pengunjung. Pemerintah Peru juga tengah menyiapkan protokol biosafety untuk membuka kembali transportasi domestik baik udara maupun darat mulai pertengahan Juli ini.

(nvc/ita)